Pontianak (ANTARA Kalbar) - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat M Zeet Hamdy Assovie mengatakan dibutuhkan dana miliaran rupiah untuk membenahi Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) sebagai pusat pelaksanaan MTQ Internasional I pada Juli.

"Kondisi Stadion Sultan Syarif Abdurrahman sebenarnya dalam kondisi rusak berat. Ini pilihan yang sulit sebagai tempat pelaksanaan," kata M Zeet Hamdy saat rapat persiapan di Pontianak, Kamis.

Ia mengungkapkan, stadion tersebut belum pernah direhab sejak MTQ nasional di Pontianak pada 1985. Selain itu, beberapa waktu lalu juga pernah menjadi tempat pengungsian korban konflik sosial di Kalbar.

Ia melanjutkan, salah satu yang sangat mendesak untuk dibenahi adalah lampu di stadion terbesar di Kalbar itu.

Ia menambahkan, saat ini, lampu dan instalasi listrik di stadion dalam keadaan rusak. Bahkan, lanjut dia, untuk membenahi lampu dibutuhkan sekitar Rp2,4 miliar.

Permasalahan lain yakni tidak adanya jaringan air bersih di stadion. Hal itu disebabkan, sambungan ke PDAM setempat diputus karena tunggakan rekening yang sekian lama tidak dibayar dengan kisaran hampir Rp500 juta.

"Karena keterbatasan dana, sulit bagi Pemprov untuk melunasinya. Solusinya, membangun sumur bor di kawasan itu," kata dia.

M Zeet Hamdy mengatakan, atap bangunan di stadion itu juga banyak yang bocor. "Infrastruktur pendukung seperti jalan lingkungan, pagar, toilet dan kamar mandi pun dalam keadaan rusak tidak terawat," kata M Zeet Hamdy.

Ia berharap, pemilihan stadion SSA sebagai pusat penyelenggaraan MTQ dapat membawa hikmah yang besar. "Setidaknya lampu, air bersih di stadion serta berbagai fasilitas yang ada dapat pulih dan difungsikan semestinya," kata M Zeet Hamdy lagi.

Ia yakin, dengan fasilitas yang baik, banyak manfaat yang diperoleh masyarakat. Diantaranya pertandingan olahraga dapat dilakukan pada malam hari.

"Termasuk kegiatan keagamaan lain seperti tabligh akbar atau pesparawi," ujarnya. PLN, ungkap dia, juga siap menyediakan listrik berkapasitas 630 ribu Watt, lebih besar dari kebutuhan sebesar 500 ribu Watt.

Ia mengingatkan pengelola stadion dan kawasan itu agar merawat dengan baik fasilitas yang sudah dibenahi nantinya.

Selain MTQ Internasional I, juga digelar Musyawarah Nasional Jam'iyyatul Qurra' Wal Huffazh pada 3-8 Juli mendatang di Pontianak.

Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar