Menkes Resmikan RSUD Tanpa Kelas Di Pontianak

Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi (Andilala)

RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie yang baru saja diresmikan ini, rumah sakit pertama tanpa kelas di Kalbar dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat Pontianak dan sekitarnya
Berita Terkait
Pontianak (ANTARA Kalbar) - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Rabu, meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie yang melayani pasien tanpa kelas dan pertama di Provinsi Kalimantan Barat.

"RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie yang baru saja diresmikan ini, rumah sakit pertama tanpa kelas di Kalbar dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat Pontianak dan sekitarnya," kata Nafsiah Mboi seusai meresmikan RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie di Pontianak.

Ia menjelaskan, masyarakat Kota Pontianak harus berbangga karena telah memiliki rumah sakit yang cukup megah dengan konsep modern dan melayani pasiennya tanpa kelas.

"Tidak banyak rumah sakit di Indonesia yang melayani pasiennya tanpa kelas, atas dasar sosial, ekonomi, agama dan sebagainya. Saya sangat bangga karena diberikan kehormatan untuk meresmikan RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie," ungkapnya.

Kementerian Kesehatan telah memberikan bantuan dalam pengadaan peralatan medis yang angkanya mencapai Rp65 miliar. Sementara untuk sumber daya manusia (SDM) akan dilihat dulu kebutuhannya, katanya.

Data Kemenkes, mencatat hingga saat ini ada sekitar 44 rumah sakit tanpa kelas di Indonesia, termasuk yang baru diresmikan di Kota Pontianak. Untuk di Kalbar, saat ini sekitar 36 unit rumah sakit, 21 unit rumah sakit milik pemerintah dan 15 unit rumah sakit swasta.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyatakan, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak dalam memberikan pelayanannya tidak mengenal kelas, tetapi memberikan pelayanan sesuai dengan tingkat penyakit yang pasien derita, sehingga mana yang perlu ditangani serius dan cepat, itulah yang diutamakan, dan tidak mengenal apakah dia pasien dari Jamkesmas atau bukan.

Pembangunan rumah sakit ini menggunakan APBN sebesar Rp24 miliar, dan APBD Pemerintah Kota Pontianak sekitar Rp41 miliar, sementara peralatan medisnya dibantu oleh Kemenkes yang nilainya mencapai Rp100 miliar, kata Sutarmidji.

Sutarmidji menjelaskan, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak dalam memberikan pelayanan akan memasang tarif terendah atau tarif kelas tiga tetapi melayani pasien setiap pasiennya setingkat kelas satu.

"Artinya fasilitas yang akan diberikan oleh RSUD Kota Pontianak, mulai dari tempat tidur, ruangan dan berbagai fasilitas serta pelayanan medis standar kelas satu tetapi tarifnya setingkat kelas tiga," katanya.

Sutarmidji berharap kehadiran RSUD itu bisa memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tidak mampu.

Lokasi RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak di Jalan Komodor Yos Sudarso, di eks-lahan tempat pembuangan akhir, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, dengan luas sekitar 3,6 hektare dengan total anggaran Rp150 miliar dari APBD dan APBN.

(A057)



 

Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar