Kudus (ANTARA Kalbar) - Mayoritas warga di Kabupaten Kudus yang berminat bertransmigrasi, menginginkan Kalimantan sebagai lokasi tujuan, dibanding daerah lain, kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kudus Catur Widiatmo.

"Alasan memilih lokasi transmigrasi Kalimantan, salah satunya karena terdapat komoditas pertanian seperti kelapa sawit yang dianggap memberikan hasil yang cukup menggemberikan bagi para transmigran," ujarnya, di Kudus, Kamis.

Selain itu, lanjut dia, di provinsi tersebut minim terjadi konflik dengan penduduk asli setempat, sehingga dinilai lebih nyaman bagi calon transmigran.

Apalagi, kata dia, sejumlah peserta transmigrasi yang diberangkatkan mendapatkan penghasilan cukup menggembirakan dari hasil pertanian, menyusul belum pernah ditemui adanya transmigran yang kembali ke Kudus.

Dari 76 keluarga yang terdaftar sebagai calon peserta transmigrasi, katanya, sekitar 60 keluarga di antaranya menginginkan Kalimantan sebagai lokasi transmigrasi.

Beberapa kali pemberangkatan transmigran, katanya, lokasinya memang berada di Kalimantan, meskipun sebelumnya juga pernah di wilayah Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Sedangkan pemberangkatan peserta transmigrasi tahun ini, kata dia, terdapat 10 keluarga yang berasal dari empat kecamatan.

Di antaranya, peserta transmigrasi dari Kecamatan Dawe sebanyak lima keluarga, Jekulo sebanyak tiga keluarga, serta Kecamatan Jati dan Bae masing-masing satu keluarga.

Rencananya, kata dia, pemberangkatannya akan dilakukan pada akhir November 2012.

Adapun lokasi transmigrasi tahun ini yang dipilih yakni, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.  Calon transmigran, katanya, harus melalui proses seleksi untuk dipilih calon yang benar-benar sehat jasmani dan siap secara mental.

Sebelum dikirim ke daerah tujuan transmigrasi, warga yang lulus seleksi mendapat pelatihan dan pembekalan selama beberapa hari, terutama dibekali bimbingan mental dan pemantapan.

Sedangkan pelatihan yang diberikan, yakni bekal pengetahuan untuk menggarap lahan dan pembinaan untuk memudahkan mereka beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

"Seharusnya, peserta transmigran juga mendapat pengetahuan tentang kesehatan dan pendidikan karena lokasi transmigrasinya jauh dari keramaian," ujarnya.

Menurut dia, hal tersebut cukup penting, sehingga peserta transmigran tidak sekadar dilepas di lokasi transmigrasi untuk mengembangkan usaha pertanian, tanpa mempedulikan kesehatan serta pendidikan anggota keluarganya.

(KR-AN)
    

Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar