Ritual 'Tabot Besanding' Ramai Disaksikan Warga Bengkulu

Sejumlah warga menyaksikan bangunan tabot pada puncak acara festival tabot, di Bengkulu, Jumat malam. (FOTO ANTARA)

Upacara tabot untuk memperingati gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW bernama Husein dalam perang di Karbala Irak.
Berita Terkait
Bengkulu (ANTARA Kalbar) - Puluhan ribu warga Bengkulu menyaksikan "Tabot Besanding" pada perayaan tabot di daerah itu yang berlangsung di jalan Ahmad Yani Kota Bengkulu, Jumat, bertepatan  9 Muharam 1434 Hijriah.

"Tabot Besanding malam ini diikuti sebanyak 43 tabot yang terdiri dari 17 tabot sakral dan 26 tabot turutan dengan disaksikan puluhan ribu orang," kata Pelaksana Tugas Ketua Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) Bengkulu Syiafril Syahbudin, Jumat malam.

Ia mengatakan, tabot sakral adalah tabot yang hanya dibuat oleh keturunan keluarga tabot imam dan bangsal, sedangkan tabot turutan dibuat oleh keluarga tabot lainnya.

"Khusus tabot sakral sebelum mengikuti 'tabot besanding' dilakukan ritual "naik pangkek" atau menaikkan "jari-jari" ke puncak bangunan tabot. Ritual naik pangkek dilakukan setelah shalat Ashar di gerga (markas) Imam dan gerga Bangsal," ujarnya.

Tabot yang telah dilengkapi "jari-jari" yang bermakna sebagai simbol jasad cucu Nabi Muhamad SAW yakni Husien, diarak menuju Jalan Ahmad Yani Kota Bengkulu untuk mengikuti ritual arak gedang dan "tabot besanding' dengan puluhan tabot lainnya.

"Tabot besanding tahun ini diikuti oleh tabot yang berukuran tinggi tiga sampai lima meter. Tabot yang berwarna warni tersebut semakin meriah dan menarik perhatian karena dipasang lampu kerlap-kerlip sehingga sangat indah dilihat pada malam hari," katanya.

Ia menjelaskan, untuk menambah variasi, Tabot juga ditambah dengan hiasan antara lain berbentuk kuda terbang buraq, burung, dan musik tradisional khas Bengkulu yakni dol.        

"Biaya pembuatan satu unit Tabot yang berkualitas termasuk tinggi dan mencapai belasan juta rupiah karena membutuhkan waktu sekitar 20 hari untuk membuatnya," katanya.

Bagi keluarga keturunan Tabot di Bengkulu, ritual perayaan Tabot harus tetap dilaksanakan setiap tahun karena dipercaya akan mendatangkan musibah atau bencana bila tidak dilaksanakan.

Upacara tabot dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Bengkulu untuk menyambut Tahun Baru Hijriah dan memperingati gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW bernama Husien dalam perang di Padang Karbala Irak.

Tabot yang berarti peti mati adalah lambang peti yang berisi jenazah Husien yang diarak keluarga tabot Bengkulu untuk mengikuti ritual tabot tebuang pada  10 Muharam menuju pemakaman Karabela yang mencerminkan kawasan Karbala di Irak.

(KR-MAM)

Editor: Zaenal Abidin
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar