Pontianak (Antara Kalbar) - Kalimantan Barat akan memiliki rumah adat Dayak "Radakng" dengan panjang 138 meter dan tinggi 7 meter sekaligus menjadi yang paling megah di Kalimantan untuk daerah perkotaan.

"Peresmian, rencananya pada Selasa nanti," kata Ketua Peresmian Rumah Radakng, Ahi, di Pontianak, Jumat.

Radakng diambil dari bahasa Dayak Kanayatn. Artinya dalam bahasa Indonesia, rumah betang atau rumah panjang.

Letak rumah adat tersebut di Perkampungan Budaya, Jalan Sutan Syahrir Pontianak. Dulunya, kawasan itu menjadi Gedung DPRD Provinsi Kalbar dan sejumlah instansi pemerintah. Bersebelahan dengan Radakng, terdapat Rumah Adat Melayu.

Ia melanjutkan, Gubernur Kalbar Cornelis yang akan meresmikan rumah adat yang mampu menampung sekitar 600 orang di ruang utama.

Menurut Ahi, peresmian itu sekaligus memberitahukan ke masyarakat bahwa bangunan tersebut sudah bisa digunakan. "Rumah Radakng ini dibangun sebagai upaya pengembangan dan pelestarian adat istiadat. Karena rumah panjang punya nilai strategis," kata Ahi yang juga Kepala Biro Umum Setda Kalbar itu.

Selain itu, juga sekaligus adanya peresmian pekan Gawai Dayak ke-28 tahun 2013. "Dimana pelaksanaan pekan gawai dayak akan diselenggarakan sampai dengan tanggal 6 Juli 2013," ujar Ahi.

Sejumlah tamu yang bakal diundang dalam peresmian itu seperti gubernur, bupati, wali kota se-Kalimantan. Kemudian, Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) se-Kalimantan, Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi se-Indonesia, DAD kabupaten/kota se Kalimantan.

Pihaknya juga mengundang organisasi Dayak luar negeri seperti Malaysia, yakni Sarawak Dayak National Union (SDNU), Sarawak Dayak Iban Association (SADIA), Dayak Chambers of Commerce and Industrie (DCCI), Dayak Bidayuh National Association (SBNA), Orang Ulu National Association (OUNA) dan Borneo Dayak Forum (BDF).

Selain itu, juga para pimpinan dari lembaga keuangan baik perbankan dan credit union, para investor yang ada di Kalbar, pimpinan paguyuban masyarakat se-Kalimantan, pimpinan organisasi keagamaan, pemuka agama, dan tokoh masyarakat serta tokoh adat.

Ia mengajak masyarakat khususnya dari etnis Dayak untuk hadir dan memeriahkan acara peresmian dengan tetap bersama-sama menjaga ketentraman dan ketertiban.

Setelah diresmikan akan dilakukan serah terima dari Dinas Pekerjaan Umum ke Gubernur Kalbar, lalu diserahkan kembali ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar. Rumah adat itu nantinya dikelola di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar.

Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar