Kamis, 23 Maret 2017

Dirjen Perhubungan Udara Tinjau Lokasi Baru Bandara Kayong Utara

id Kayong utara, bandara,

Pontianak (Antara Kalbar) - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso telah meninjau lokasi rencana bandara udara yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Kayong Utara pada Sabtu (18/3).

"Dirjen datang di Kayong Utara untuk meninjau lahan bandara yang diusulkan Kayong Utara," kata Bupati Kayong Utara Hildi Hamid saat dihubungi dari Pontianak, Minggu.

Sebelumnya, Pemkab Kayong Utara mengusulkan bandara di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir.

Mengingat gambut yang tebal sehingga dialihkan ke Riam Berasap Jaya.

Kunjungan Dirjen Agus Santoso didampingi oleh Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Rombongan Dirjen Hubud tiba di lokasi rencana bandara pada pukul 07.00 WIB di Pal 3 Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana. Disana, Dirjen melihat alam sekitar yang akan dibangun bandara.

Di lahan yang luas itu, Dirjen berbincang dengan Kepala Desa Riam Berasap Jaya, Sy Iskandar menanyakan kondisi lahan yang terbilang tinggi.

Setelah meninjau lokasi bandara, rombongan Dirjen Hubud menyempatkan diri untuk berkunjung ke Masjid Oesman Al-Khair yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.�

Pembangunan bandara yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kayong Utara pada tahun ini terkendala izin penetapan lokasi yang belum dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan.

Bandara tersebut direncanakan dibangun di wilayah kecamatan Simpang Hilir. Sebenarnya, bandara itu sudah mengantongi izin prinsip namun masih terkendala izin penetapan lokasi.

"Memang izin prinsip sudah dikeluarkan, tapi izin penetapan lokasi sampai sekarang tidak terbit," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kayong Utara, Rusli.

Hal tersebut disebabkan akibat biaya pembangunan bandara di Kabupaten Kayong Utara sangat tinggi sebab lokasi rencana pembangunan bandara udara tersebut memiliki ketebalan gambut yang cukup tinggi.

"Pembangunan bandara disini mahal, karena gambutnya terlalu tebal hingga enam meter, sehingga sangat mahal sekali," kata dia.

Padahal Presiden Republik Indonesia, Joko widodo saat menghadiri acara puncak Sail selat Karimata pada Oktober 2016 yang lalu mendorong Kabupaten Kayong Utara agar segera memiliki bandara udara sendiri.

Selain untuk memperpendek waktu tempuh juga memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada para turis yang hendak ke Kabupaten Kayong Utara.�

Kayong Utara secara geografis berada di daerah tepian laut dan memiliki beberapa akses transportasi, mulai dari laut dan darat namun kedua jalur tersebut memiliki kendala jauhnya jarak serta mahalnya biaya transportasi.

Untuk itu, lokasi bandara diusulkan dialihkan ke Desa Riam Berasap Jaya.

Editor: Teguh Imam Wibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.1929 seconds memory usage: 0.35 MB