Jakarta (ANTARA News) - Setelah 25 tahun, Microsoft akhirnya mengganti logo korporat mereka.
Microsoft
yang sebelumnya selalu menggunakan logo yang solid, tebal, dan miring
sejak 1987, pada Kamis merilis logo baru mereka yang lebih berwarna
saat pembukaan toko Microsoft yang ke-23 di Boston.
Logo baru tersebut juga akan muncul di toko-toko Microsoft di Seattle dan Belleveu, dan tak ketinggalan di situs resmi mereka, seperti dikutip dari The Seattle Times.
Logo baru tersebut juga akan muncul di toko-toko Microsoft di Seattle dan Belleveu, dan tak ketinggalan di situs resmi mereka, seperti dikutip dari The Seattle Times.
Logo baru yang
menggabungkan simbol multiwarna Windows dengan tipografi khas Microsoft
namun lebih ringan, diharapkan mampu memberikan nuansa baru dan segar,
seperti diungkapkan Manajer Umum Strategi Merek Microsoft Jeff Hansen.
Logo
baru tersebut dirilis bersamaan dengan persiapan Microsoft mengeluarkan
versi terbaru dari setiap produk mereka, dari Windows, Windows Phone,
hingga Office.
Produk-produk tersebut juga akan
disertai dengan penampilan baru yang segar dan sederhana, dengan
batasan lebih sedikit, namun lebih berwarna.
"Kami merasa ini juga waktu yang tepat untuk merefleksikan kebaruan dalam logo Miscrosoft," ungkap Hansen.
Logo
anyar tersebut juga akan meliputi perubahan tipografi "Microsoft". Kali
ini Microsoft memakai huruf Segoe, huruf yang diciptakan oleh mereka
dan telah digunakan dalam banyak produk dan pemasaran selama
bertahun-tahun. Jenis huruf yang sama juga dipakai dalam logo baru
Windows 8.
Sebagai tambahan, huruf "f" dan "t"
dalam "Microsoft" juga terhubung dengan satu garis. dan untuk pertama
kalinya, logo perusahaan ini juga mengikutsertakan sebuah simbol, sebuah
kotak dengan empat warna, yakni merah, hijau, kuning, dan biru, yang
sebenarnya tak terlalu baru dalam lingkungan Microsoft.
"Keempat warna ini untuk menggambarkan keanekaragaman produk dan keragaman para pelanggan kami," tambah Hansen.
"Kami
sangat senang dengan logo baru ini, namun yang lebih penting adalah
bagaimana kami bisa mempertahankan produk-produk kami dapat membantu
orang-orang dan bisnis di seluruh dunia agar lebih berkembang," pungkas
Hansen.
(feb)
Editor : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2012