Sukadana (Antara Kalbar) - Dua warga negara asing masing-masing berkebangsaan Australia dan Prancis berhasil diselamatkan nelayan di Pulau Penebang dan dievakuasi pemerintah Kabupaten Kayong Utara setelah kapal layar mereka pecah dihantam gelombang di Perairan Karimata, Kamis (1/1).
Kapal layar berbendera Australia dengan dua penumpang tersebut kini masih terdampar di Teluk Kail, Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.
Kapal tersebut dinahkoda kapten Sins Shaun asal Australia, dan satu penumpang bernama Hellner asal Prancis.
Mereka berencana berlayar menuju Makassar, namun naas, kapal layar senilai Rp27 miliar itu harus kandas dihantam ombak setelah salah satu lambung kapal menghantam batu karang dan bocor.
Dikatakan Sins, mereka merupakan pewisata yang sengaja melakukan pelayaran dengan mengambil rute dari Australia, Bintulu Malaysia, Pontianak Kalimantan Barat, Makassar, Flores, Pulau Hill dan kembali lagi ke Australia.
Pelayaran mereka dimulai dari November 2014 dan menyinggahi beberapa negara untuk meminta izin keimigrasian, termasuk singgah ke Pontianak.
Pelayaran mereka sejatinya hanya mengikuti pewisata lain yang pada waktu-waktu terdahulu sering melakukan pelayaran serupa.
Namun naas, pelayaran mereka tidak semulus para pendahulunya ketika melalui Selat Karimata, karena beberapa pekan terakhir di perairan itu sering dilanda ombak besar.
"Ombak besar datang cukup besar, kapal kami terbawa ke arah pantai dan menabrak karang," kata Sins.
Ia enjelaskan, saat terjadi badai, kapal mereka masih dapat dikendalikan, namun karena ombak yang datang semain besar, kapal mereka terseret ke ke arah Teluk Kail, sekitar satu mil dari Pulau Penebang dimana di tepian pulau tersebut memang terdapat hamparan batu karang yang memanjang.
"Kami ditolong oleh nelayan, mereka berenang mendekati kami dan membawa ke pantai, penduduk disini sangat baik, banyak makanan yang diberikan, sampai kami kekenyangan, kami sangat tertolong dan berterimakasih dengan mereka," ucap Sins.
Kedua WNA tersebut dievakuasi dari lokasi oleh Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dengan menggunakan speed dinas bupati satu hari setelah peristiwa terjadi. Kabar adanya kapal terdampar baru diperoleh pada hari kedua dan di lokasi kejadian memang sinyal selular sulit dijangkau.
Sins dan Hellner dievakuasi dalam kondisi sehat karena masyarakat di Pulau Penebang memang mengurus dengan baik termasuk menyediakan makan dan minumnya.
Hanya terdapat luka kecil di kaki kiri Sins akibat batu karang saat ia berusaha mencapai bibir pantai setelah kapal mereka sudah tersangkut diatas karang.
Setelah di evakuasi, dua warga negara asing ini kini diinapkan di salah satu hotel di Kayong Utara dan setelah kembali pulih akan dipersilahkan memilih untuk kembali ke negara asal atau kembali memperbaiki kapal mereka yang rusak.
"Sesuai instruksi bupati, kami mengupayakan penyelamatan dulu dan semua selamat hanya kapalnya saja yang terpaksa kami tinggal. Terkait dokumen mereka lengkap dan sudah melakukan cek keimigrasian di Pontianak sebelum berlayar ke sini, selanjutnya kami akan berkoordinasi mau kemana mereka setelah semuanya tenang," kata Jumadi, Kasubag Humas Pemkab Kayong Utara.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2015
Kapal layar berbendera Australia dengan dua penumpang tersebut kini masih terdampar di Teluk Kail, Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.
Kapal tersebut dinahkoda kapten Sins Shaun asal Australia, dan satu penumpang bernama Hellner asal Prancis.
Mereka berencana berlayar menuju Makassar, namun naas, kapal layar senilai Rp27 miliar itu harus kandas dihantam ombak setelah salah satu lambung kapal menghantam batu karang dan bocor.
Dikatakan Sins, mereka merupakan pewisata yang sengaja melakukan pelayaran dengan mengambil rute dari Australia, Bintulu Malaysia, Pontianak Kalimantan Barat, Makassar, Flores, Pulau Hill dan kembali lagi ke Australia.
Pelayaran mereka dimulai dari November 2014 dan menyinggahi beberapa negara untuk meminta izin keimigrasian, termasuk singgah ke Pontianak.
Pelayaran mereka sejatinya hanya mengikuti pewisata lain yang pada waktu-waktu terdahulu sering melakukan pelayaran serupa.
Namun naas, pelayaran mereka tidak semulus para pendahulunya ketika melalui Selat Karimata, karena beberapa pekan terakhir di perairan itu sering dilanda ombak besar.
"Ombak besar datang cukup besar, kapal kami terbawa ke arah pantai dan menabrak karang," kata Sins.
Ia enjelaskan, saat terjadi badai, kapal mereka masih dapat dikendalikan, namun karena ombak yang datang semain besar, kapal mereka terseret ke ke arah Teluk Kail, sekitar satu mil dari Pulau Penebang dimana di tepian pulau tersebut memang terdapat hamparan batu karang yang memanjang.
"Kami ditolong oleh nelayan, mereka berenang mendekati kami dan membawa ke pantai, penduduk disini sangat baik, banyak makanan yang diberikan, sampai kami kekenyangan, kami sangat tertolong dan berterimakasih dengan mereka," ucap Sins.
Kedua WNA tersebut dievakuasi dari lokasi oleh Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dengan menggunakan speed dinas bupati satu hari setelah peristiwa terjadi. Kabar adanya kapal terdampar baru diperoleh pada hari kedua dan di lokasi kejadian memang sinyal selular sulit dijangkau.
Sins dan Hellner dievakuasi dalam kondisi sehat karena masyarakat di Pulau Penebang memang mengurus dengan baik termasuk menyediakan makan dan minumnya.
Hanya terdapat luka kecil di kaki kiri Sins akibat batu karang saat ia berusaha mencapai bibir pantai setelah kapal mereka sudah tersangkut diatas karang.
Setelah di evakuasi, dua warga negara asing ini kini diinapkan di salah satu hotel di Kayong Utara dan setelah kembali pulih akan dipersilahkan memilih untuk kembali ke negara asal atau kembali memperbaiki kapal mereka yang rusak.
"Sesuai instruksi bupati, kami mengupayakan penyelamatan dulu dan semua selamat hanya kapalnya saja yang terpaksa kami tinggal. Terkait dokumen mereka lengkap dan sudah melakukan cek keimigrasian di Pontianak sebelum berlayar ke sini, selanjutnya kami akan berkoordinasi mau kemana mereka setelah semuanya tenang," kata Jumadi, Kasubag Humas Pemkab Kayong Utara.
Editor : Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2015