Sampang,(Antara Kalbar) - Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, meningkat dari sebelumnya hanya 110 orang, kini mencapai 200 orang lebih.

"Jumlah penderita DBD itu sesuai laporan petugas medis dari puskesmas di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Firman Pria Abadi di Sampang, Minggu.

Firman menjelaskan dari sebanyak 200 penderita itu, kebanyakan anak-anak, bahkan ada yang masih balita (bawah lima tahun).

Jumlah penderita demam berdarah di Kabupaten Sampang itu meningkat, setelah kota Bahari itu dilanda banjir selama dua hari berturut-turut dan banyak genangan air di sejumlah titik di wilayah itu.

Kepala Dinkes Firman Pria Abadi, menjelaskan, meski jumlah penderita DBD di Sampang, Madura itu meningkat, namun pihaknya belum menetapkan status kejadian luar biasa.

"Status KLB itu bisa ditetapkan apabila terjadi kejadian serentak dalam satu wilayah," katanya.

Namun, sambung dia, penderita DBD yang menjalani perawatan di sejumlah puskesmas tersebar di sejumlah kecamatan.

"Satu diantaranya merupakan daerah endemis baru, yakni Kecamatan Banyuates," kata Firman.

Ia menjelaskan, sebelumnya warga Kecamatan Banyuates aman dari serangan DBD. Namun kali ini justru masyarakat di wilayah itu banyak yang terserang DBD.

Untuk memberantas peredaran DBD, Firman mengaku telah melakukan berbagai upaya, antara lain meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar berperilaku hidup sehat.

Selain itu, dengan melakukan tiga M, yakni menguras secara rutin bak mandi, menutup bak mandi agar tidak dimasuki nyamuk, serta mengubur semua jenis sampah.

"Kami juga mulai intensif melakukan pengasapan ke rumah-rumah warga," katanya, menjelaskan.

Pewarta:

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016