Ketapang (Antara Kalbar) - Bagi masyarakat Ketapang, mungkin belum banyak yang mengetahui berapa sebenarnya usia dari kota terbesar di bagian selatan Provinsi Kalimantan Barat itu.
    Mantan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ketapang, Yudo Sudarto mengungkapkan, hari jadi Kota Ketapang adalah pada tanggal 11 Maret. "Ini ditetapkan berdasarkan secara bersama antara DPRD dan Pemkab Ketapang," kata Yudo Sudarto.
    Ia melanjutkan, sebelum ditetapkan, proses pencarian hari jadi Kota Ketapang ini melibatkan banyak pihak. Mulai dari pemerintahan, pemerhati kebudayaan, sejarahwan, akademisi, tokoh masyarakat dan berbagai pihak lainnya.
    Berbagai kegiatan juga digelar untuk mencari kepastian itu. "Mulai dari seminar, diskusi dan dengar pendapat," kata dia.
    Lebih lanjut ia mengatakan, dalam penetapan Hari Jadi Kota Ketapang ini, didasarkan pada prasasti nisan makam Keramat Sembilan yang terdapat di Desa Negeri Baru, Kecamatan Benua Kayong yang bertarikh pada tahun 1340 saka atau 1418 Masehi.
    Ini merupakan prasasti sejarah tertua yang di temukan di Kalimantan Barat.
    Kemudian untuk menetapkan tanggal dan bulannya di dasarkan pada peristiwa pemindahan pusat Kerajaan Matan Tanjungpura ke Mulia Kerta pada tanggal 11 Maret 1875. Jadi, dengan digabungnya dua fakta tersebut, hari jadi Kota Ketapang ditetapkan pada tanggal 11 Maret 1418. Dengan demikian Kota Ketapang adalah Kota tertua yang ada di Kalimantan Barat ini.
    Dengan penetapan hari jadi Kota Ketapang ini tidak hanya melahirkan kepastian sejarah lokal, tetapi juga sosial kewajaran sejarah. Lebih dari itu, memunculkan semacam kepercayaan dalam diri masyarakat Kabupaten Ketapang dengan identitas sejarah lokalnya.
    

Pewarta: John

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016