Singkawang (Antara Kalbar) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Singkawang, Rosihan Anwar mengatakan, hingga hari ke-12 pendataan Sensus Ekonomi (SE) di kota itu masih tetap berjalan dengan lancar.

"Alhamdulillah hingga hari ke-12 masih tetap berjalan dengan lancar. Meskipun terdapat kendala-kendala kecil di lapangan, karena ketidaktahuan masyarakat," katanya, di Singkawang, Jumat.

Dia mengatakan, petugas sensus sering tidak dibukakan pintu oleh penduduk karena ketidaktahuan masyarakat.

"Tapi, setelah petugas melakukan pendekatan dan menunjukkan dokumen untuk pendataan, barulah mereka mau didata," tuturnya.

Agar pendataan Sensus Ekonomi tetap berjalan lancar hingga akhir pelaksanaan, pihaknya juga rutin melakukan rapat pertemuan antara Petugas Pencacah Lapangan (PCL), Petugas Pemeriksa Lapangan (PML), Koordinator Lapangan ( Korlap), dan Koordinator Kecamatan.

"Pokoknya semua yang terlibat di dalam pendataan sensus ekonomi itu kita panggil dalam rapat pertemuan," jelasnya.

Dari pertemuan itulah, pihaknya bisa mengetahui apa-apa saja yang menjadi kendala petugas di lapangan.

"Kemudian kita lakukan evaluasi dan langkah-langkah apa saja yang akan kita lakukan guna mengatasi kendala yang dihadapi," ungkapnya.

Karena, di dalam dokumen itu, masyarakat (koresponden) diharuskan untuk membubuhkan tanda tangan setelah di wawancara petugas.

Rosihan meyakini, jika hubungan antara petugas dengan masyarakat, pada umumnya banyak yang mengerti, walaupun ada juga yang menolak petugas. "Tapi tidak banyak," katanya.

Dia menambahkan, setiap petugas itu dibekali surat tugas, tanda pengenal, rompi, topi dan lain-lain ketika diterjunkan untuk bertugas.

"Kalau tidak dipakai, maka akan kita tanyakan kepada petugas," jelasnya.

Dan petugas juga wajib untuk menunjukkan surat tugas dan kartu pengenal, saat mereka mau melakukan sensus ke masyarakat.

Hal ini juga secara tidak langsung mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait maraknya isu-isu yang berkembang dimana pelaksanaan sensus ekonomi ini sedang berjalan.

"Jujur saja, saya sampai saat ini masih belum mendengar soal masalah itu khususnya di Singkawang," tuturnya.

Menurut dia, kasus itu ada terjadi di daerah lain. Tapi bukan di Kalimantan Barat. "Dan mereka samasekali tidak dilengkapi atribut sensus dari BPS," katanya.

Agar tidak mempengaruhi sensus ekonomi yang sedang berjalan, Rosihan mengimbau agar masyarakat tidak takut, namun selalu waspada.

Dari BPS sendiri, kata Rosihan, sudah membekali surat tugas, tanda pengenal, rompi, topi dan lain-lain kepada petugas saat melakukan sensus di lapangan.

Rosihan juga mengingatkan, jika sensus ekonomi ini tidak ada hubungannya dengan pajak, dan masyarakat tidak dibebankan biaya sepeser pun, tapi ini murni untuk informasi yang valid dan akurat sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Singkawang menurunkan 260 petugas untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) di bulan Mei 2016.

"Saat ini kita telah merekrut sebanyak 260 petugas surveyor untuk melakukan Sensus Ekonomi yang digelar dari tanggal 1 sampai 31 Mei 2016," kata Kepala BPS Kota Singkawang Rosihan Anwar.

Dari 1 sampai 31 Mei 2016, petugas BPS akan mendatangi rumah ke rumah dan kantor ke kantor.

"Petugas akan melakukan wawancara dan mendata mulai dari tukang cukur, pedagang kaki lima (PKL) sampai perusahaan besar lainnya," jelasnya.

Sebelum sensus itu dilakukan, pihaknya juga telah melakukan berbagai persiapan dan sosialisasi.

BPS Singkawang juga memberikan pelatihan petugas PCL dan PML kegiatan Listing atau Pendataan Usaha/Perusahaan dalam rangka Sensus Ekonomi tahun 2016 di Restoran Kampung Batu Singkawang.

Kegiatan pelatihan ini dilakukan selama empat hari pada 6-9 April 2016 untuk memberikan pelatihan kepada petugas supaya tidak mengalami kesulitan saat melakukan pendataan di lapangan.

"Petugas kita berikan pelatihan selama empat hari, dan dibagi menjadi tiga gelombang. Petugas dilatih mengenai cara mengisi kuisioner, konsep definisi setiap pertanyaan, bagaimana mewawancarai responden, tujuan pengumpulan data, serta lainnya," kata Rosihan.

Dan selanjutnya, petugas diterjunkan untuk mewawancarai dan mendata seluruh kegiatan ekonomi atau unit usaha di luar sektor pertanian, mulai dari usaha mikro paling kecil hingga perusahaan nasional dan multinasional.

Sensus Ekonomi ini merupakan upaya pengumpulan dan menyajikan data dasar seluruh kegiatan ekonomi atau unit usaha di luar sektor pertanian.  

(KR-RDO/N005)

Pewarta: Rudi dan Rendra Oxtora

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016