Pontianak (Antara Kalbar) - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat memberikan kuliah umum di Universitas Tanjungpura Pontianak mengajak mahasiswa yang hadir untuk menghilangkan sikap pemalas.

"Ke depan negara ini milik kalian dan kalianlah yang memimpin. Proklamator dulu mampu mengguncang dunia dan memerdekakan Republik ini karena berkat kerja kerasnya. Jadi kita harus rajin," katanya di Pontianak, Rabu.

Andi menambahkan termasuk dalam memenuhi kebutuhan pangan, mahasiswa dan masyarakat Kalbar harus bekerja keras. Kebutuhan pangan harus mampu dipenuhi sendiri dan wajib swasembada pangan.

"Jangan biarkan rumput tumbuh. Jangan biarkan lahan tidur. Bekerja dan kelola lahan tersebut. Kurangi tidur dan kalau tidur cukup empat jam saja," kata dia.

Pada kesempatan itu ia menyampaikan prestasi pemerintah dalam hal pangan di Indonesia. Pencapaian yang ada menurutnya tidak terlepas dari kerja keras pemerintah yang didukung semua pihak sehingga Indonesia saat ini tidak lagi impor.

Ia mencontohkan di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia masih mengimpor bawang merah 72 ribu ton. Namun saat ini Indonesia sudah sebaliknya mampu mengekspor bawang merah.

"Begitu juga dengan jagung, dulu kita impor 3,6 juta ton atau senilai Rp10 triliun. Namun kini kita sudah mandiri dan tidak perlu impor. Beras dan cabai kita juga demikian, saat ini tidak perlu impor. Kita sudah swasembada pangan," papar dia.

Sementara itu, Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak, Thamrin Usman mengatakan dalam mendukung kedaulatan pangan, pihaknya dari sisi akademis akan memperkuat kapasitas mahasiswa di bidang pertanian.

"Kita siap menyediakan generasi yang mampu mewujudkan kedaulatan pangan di Kalbar. Universitas Tanjungpura juga saat ini dalam waktu dekat akan mencetak sawah," papar dia.

(KR-DDI/N005) 

Pewarta: Dedi

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2017