Pontianak  (Antaranews Kalbar) - Dinas Kesehatan Kota Pontianak, menyatakan saat ini pihaknya sedang memfokuskan dalam menekan perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti dalam menekan penyakit DBD (demam berdarah dengue) di kota itu.
   
"Saat ini kami memfokuskan dalam pemberantasan nyamuk aedes aegypti penyebab DBD, yakni dengan cara pemberian abate pada air penampungan masyarakat dan penyemprotan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu di Pontianak, Selasa.
   
Ia menjelaskan, memang ada peningkatan kasus demam berdarah yang mulai terlihat sejak minggu ke-44 atau bulan Oktober dan terjadi penurunan kembali minggu ke-49.
   
"Dari daya kami pada minggu ke-44 tercatat ada 19 kasus. Kemudian jika dikelompokkan, berdasarkan kriteria WHO maka ada tiga, yakni kasus DBD tanpa ada gejala, kemudian gejala ringan hingga gejala berat," ungkapnya.
   
Kemudian, dari kriteria demam jika hasil pemeriksaan terjadi penurunan trombosit tercatat sebanyak berjumlah 123 kasus, kemudian kriteria demam tinggi terjadi penurunan trombosit serta manifestasi pendarahan sebanyak 177 kasus.
   
"Kami sudah melakukan diagnosa dalam penanganan kasus DBD tersebut, untuk mengetahuinya pasien yang terkena rata-rata usia berapa, wilayah kasus DBD dan kapan terjadinya peningkatan kasus tersebut," ujarnya.
   
Dari hasil diagnosa, memang mayoritas usianya 5 tahun hingga 15 tahun, dan hanya beberapa pasien yang umurnya di atas 15 tahun. "Pemetaan pada lokasi juga sudah dilakukan, terutama pada tempat-tempat yang endemis tinggi, hasilnya hampir merata kasus terbesar di Kecamatan Pontianak Barat dan Kota, dan di Kecamatan Pontianak Tenggara," ujaranya.
   
Sementara itu, untuk tingkat kelurahan, paling tinggi di Kelurahan Sungai Jawi, Sungai Jawi Luar, Sungai Jawi Dalam, Sungai Beliung, Parit Tokaya, dan Kelurahan Sungai Bangkong. "Sehingga kami saat fokus dalam pemberantasan sarang nyamuk, baik di tempat penampungan air dan tempat lainnya," katanya.
   
Adapun tempat-tempat sarang nyamuk, diantaranya di ban bekas, kaleng, bekas ember, bekas air mineral gelas,  kemudian di tempat-tempat yang ada air, meski tidak banyak tapi menjadi tempat yang baik bagi nyamuk aedes aegypti untuk berkembangbiak. 
   
Dalam kesempatan itu, Sidiq mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya agar tidak menjadi sarang nyamuk aedes aegypti.
 

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018