Kepala Perum Bulog Divisi Regional Kalimantan Barat, Bubun Subroto menyebutkan bahwa stok beras yang tersimpan di gudang cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga delapan bulan ke depan.

"Beras yang tersedia ada untuk pelayanan publik, komersil dan cadangan daerah. Stoknya aman hingga delapan bulan ke depan," ujarnya di Pontianak, Rabu.

Ia memaparkan bahwa beras untuk pelayanan publik ada 17.323 ton. Setiap bulan beras sejahtera tersebut disalurkan sebanyak 2.000 ton.

"Stok beras komersil  sangat cukup. Sementara untuk kapasitas gudang 46.500 ton," jelas dia.

Ia menyebutkan sumber beras yang ada di Kalbar dari Pulau Jawa dan Sulawesi.

"Sebanyak 90 persen beras Nulog di Kalbar masih dari luar daerah ini. Pengadaan beras lokal masih kecil," kata dia.

Lanjutnya, dengan ketersediaan stok beras yang melimpah, pihaknya berharap masyarakat tidak perlu khawatir.

"Dengan stok yang banyak saat ini tentu berpengaruh pada harga yang masih stabil. Masyarakat tidak perlu khawatir, beras kita aman," kata dia.

Bukan hanya untuk komoditas beras saja, untuk lainnya sebagaimana penugasan pemerintah seperti stok daging beku, minyak goreng, tepung terigu dan lainnya juga aman.

"Untuk stok daging beku saat ini ada 28 ton dan masih ada dalam perjalanan penambahan sebab permintaannya sudah banyak. Stok minyak goreng ada 22.325 liter, tepung terigu 17.500 ton dan gula pasir ada 9.000 ton," papar dia.

Pihaknya berkomitmen dan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan stok dan kestabilan harga di tengah masyarakat, apalagi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

"Jika memang dibutuhkan  kami selalu siap melakukan operasi pasar. Kami terus memantau harga dan siap operasi pasar. Bersama pemerintah daerah kami biasanya melakukan hal tersebut," sebut dia.

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019