Rektor IAIN Pontianak, Kalbar, Syarif mewakili civitas dan seluruh mahasiswa IAIN menyatakan, pihaknya menolak segala bentuk unjuk rasa yang bersifat anarkis dan merusak fasilitas umum.

"Kami civitas akademika dan seluruh mahasiswa IAIN Pontianak tidak sepakat terhadap unjuk rasa yang bersifat anarkis dan merusak fasilitas umum," kata Syarif di Pontianak, Sabtu.

Syarif juga mengingatkan kembali atas peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di beberapa provinsi di Indonesia, seperti di Jakarta. Provokasi yang menjadi penyebab banyaknya kejadian kejadian yang tidak diinginkan.

"Kita lihat beberapa waktu lalu di Jakarta dan beberapa tempat, unjuk rasa berakhir anarkis. Itu tidak semestinya terjadi jika kita sesuai aturan dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang mencoba memecah belah kita," ucapnya.

Dia juga turut menyuarakan dukungannya terhadap pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih secara konstitusional pada 20 Oktober 2029.

Selain itu, Rektor IAIN Pontianak juga turut mendoakan situasi keamanan dan ketertiban di Indonesia, khususnya di Kalbar tetap kondusif dan seluruh agenda nasional dapat berjalan dengan lancar.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes (Pol) Donny Charles Go menyatakan media massa, baik cetak, elektronik dan online atau daring sangat berperan dalam menjaga Kamtibmas di Kalbar.

"Media sangat membantu kami (TNI dan Polri) dalam menciptakan Kamtibmas di Kalbar, termasuk menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, 20 Oktober 2019," ujarnya.

Dia juga mengajak kepada para awak media, baik cetak dan elektronik dan daring untuk menginformasikan hal-hal yang menyejukkan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tersebut.

"Kita semuanya tentunya berharap Indonesia aman dan damai, sehingga mari kita informasikan hal-hal yang menyejukkan pada masyarakat," ujarnya.

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019