Federasi sepak bola dunia FIFA pada Selasa resmi menunjuk Argentina sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 2023 menyusul pembatalan status Indonesia sebagai tuan rumah turnamen tersebut.

“FIFA dengan bangga mengumumkan bahwa Piala Dunia U-20 FIFA edisi tahun ini akan bertempat di Argentina, ketika rumah dari para juara dunia itu membuka pintunya untuk calon-calon bintang sepak bola dunia,” kata presiden FIFA Gianni Infantino dalam keterangan resminya.

Turnamen tersebut akan berlangsung 20 Mei hingga 11 Juni dan drawing ofisial akan digelar di Zurich pada 21 April nanti.

Menyusul pembatalan status Indonesia sebagai tuan rumah turnamen, asosiasi sepak bola Argentina (AFA) mengajukan diri sebagai pengganti yang ditindak lanjuti oleh FIFA dengan terlebih dahulu melakukan inspeksi sejumlah stadion yang diusulkan dan infrastruktur pendukung negara Amerika Selatan itu pada pekan lalu.

Dengan penunjukan tersebut, Argentina secara otomatis berhak ikut berkompetisi di Piala Dunia U-20 sebagai tuan rumah menggantikan Indonesia.

Argentina merupakan negara paling sukses dalam sejarah Piala Dunia U-20 FIFA setelah memenangi turnamen tersebut sebanyak enam kali, paling terkini pada 2007. Negara itu juga menjadi tuan rumah kompetisi tersebut pada 2001.
 

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada AFA dan khususnya kepada Presiden Claudio Tapia, juga otoritas pemerintah setempat, atas komitmen mereka menggelar ajang yang luar biasa ini dalam pemberitahuan yang singkat,” kata Infantino.

“Piala Dunia U-20 memainkan peran kunci dalam upaya-upaya FIFA mempromosikan sepak bola muda ke seluruh dunia.

“Sejak 1977, turnamen ini telah melahirkan sejumlah pemain terhebat di dunia dalam beberapa dekade terakhir, termasuk Diego Armando Maradona, Lionel Messi, Paul Pogba, Erling Haaland, dan banyak lagi lainnya.

“Mendapati edisi tahun ini bertempat di negara yang hidup dan bernafas dengan sepak bola akan menjadi inspirasi yang sangat besar bagi para calon bintang.”

Sebelumnya, pada 29 Maret FIFA resmi mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 di tengah gelombang penolakan yang muncul terhadap kehadiran timnas Israel.

Namun, FIFA tak mengungkap alasan secara pasti pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah, dengan hanya menyebut atas pertimbangan “situasi yang terjadi saat ini.”
 



Presiden Joko Widodo memerintahkan PSSI membuat peta biru transformasi sepak bola nasional usai Ketua Umum PSSI Erick Thohir bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino di Doha, Qatar.

Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menyampaikan sepulangnya dari Doha, Qatar, ia melaporkan hasil pertemuan tersebut dan membawa surat dari Presiden FIFA kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jumat siang.

"Membaca surat tersebut, Presiden menginstruksikan saya dua hal. Satu, segera membuat peta biru transformasi sepak bola nasional, seperti waktu disampaikan ketika saya menjadi Ketua PSSI," kata Erick saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.

Erick menjelaskan bahwa instruksi Presiden sangat jelas setelah membaca surat dari FIFA tersebut, yakni transformasi sepak bola dan negosiasi kepada FIFA agar Indonesia tidak dikenakan sanksi terberat, yakni tidak berkompetisi dalam kejuaraan mana pun di tingkat dunia, seperti tahun 2015.

Presiden menginginkan agar peta biru transformasi sepak bola segera diselesaikan dengan target jangka panjang hingga tahun 2045.Baca selengkapnya: PSSI diperintahkan untuk membuat peta biru sepak bola usai bertemu FIFA
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023