Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Biak Numfor, Papua meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di era digitalisasi untuk memprioritaskan pengamanan data penting milik pemerintah daerah supaya tidak bocor disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Kita harus menyesuaikan perkembangan kemajuan teknologi digital yang begitu cepat dan harus ada inovasi terobosan baru mendukung sistem pemerintahan berbasis digital," ujar Plt Asisten 1 Sekretaris Daerah Biak Numfor Semuel Rumaikeuw membuka sosialisasi penyelenggaraan sistem komunikasi intra pemda penyelenggara satu data di Biak, Rabu.

Ia mengatakan, Pemerintah Daerah dalam menjaga keamanan data antar institusi pemerintah masuk ke dalam tahap serius mulai dari pusat hingga ke kabupaten/kota di Indonesia.

Rumaikeuw mengingatkan, pemda tak ingin kebocoran data informasi sebab jika ini terjadi akan menjadi masalah besar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.

"Dinas Kominfo dengan tugas pokok fungsi yang dimilikinya mempunyai cara khusus untuk mengamankan data-data penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan," harap Rumaikeuw.

Ia berharap, lewat sosialisasi penyelenggara satu data intra pemerintah daerah memberikan pengetahuan bagi peserta tentang pentingnya mengamankan data secara digitalisasi.

"Saya minta setiap organisasi perangkat daerah dapat memberikan kontribusi pengamanan data di lingkungan pemda," katanya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Biak George Kbarek mengatalan, penggunaan data elektronik di era digitalisasi sangat meningkat sehingga diperlukan kesamaan persepsi mendukung layanan satu data intra pemda.

Salah satu data elektronik yang sudah berlaku, lanjut George Kbarek, yakni penerapan tanda tangan digital bagi pimpinan organisasi perangkat daerah lingkup Pemkab Biak Numfor.

"Dengan sosialisasi ini bisa menambah wawasan para ASN dan pejabat eselon III dan eselon IV tentang pentingnya penyelenggaraan satu data intra pemerintah daerah," harap Kadiskominfo George Kbarek.

Sosialisasi penyelenggaraan satu data intra pemda diikuti 70 peserta dibuka Asisten 1 Sekda S.Rumaikeuw atas nama Bupati Herry Ario Naap.

Baca juga: Google bantu puluhan startup dan mitra antisipasi ancaman dunia maya
 

Berita tentang data bocor kembali menyeruak, paling tidak pada akhir pekan ini ada dua kasus dugaan data bocor.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kasus data bocor, oleh karena itu, pakar selalu meminta pengguna internet berhati-hati saat berada di ruang digital.

Ahli keamanan siber dan forensik digital dari Vaksincom, Alfons Tanujaya memberikan empat cara yang bisa dipraktikkan oleh pengguna internet.

Pertama, pengguna bisa memanfaatkan aplikasi manajer kata sandi (password manager) untuk menyimpan semua kredensial akun. Aplikasi seperti ini berguna jika pengguna memiliki banyak akun di platform digital antara lain supaya bisa mengingat kata sandi setiap akun.

Kedua, Alfons mengimbau selalu menyalakan fitur keamanan berlapis two-factor authentication terutama untuk akun-akun yang penting.

Ketika menyalakan fitur two-factor authentication, pengguna akan diminta memasukkan kode ketika masuk (login) sebuah akun, biasanya kode tersebut dikirimkan ke email atau SMS.

Dengan fitur ini, pengguna harus melewati setidaknya dua tahap ketika masuk ke sebuah akun.

Cara ketiga, hindari memakai WiFi yang tidak diketahui keamanannya. Jika terpaksa menggunakan WiFi yang tidak dikenal, Alfons menyarankan menggunakan VPN untuk melindungi data yang ditransmisikan dalam aktivitas tersebut. Baca juga: Kiat menjaga keamanan saat internetan

Pewarta: Muhsidin

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023