Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi guna mencari Yosi Balubun, seorang warga yang dilaporkan tenggelam di sekitar Perairan Pintu Kota, Dusun Air Low, Negeri Eri, Kota Ambon. 

"Operasi SAR kecelakaan laut yang menimpa empat pemuda saat melaut tiga hari lalu di sekitar Perairan Pintu kota mengakibatkan hilangnya satu orang, hari ini kembali dilanjutkan," kata Kepala Kantor Basarnas Ambon Muhammad Arif Anwar di Ambon, Senin malam.

Sejak pukul 07:00 WIT dua SRU kembali dikerahkan guna melaksanakan operasi pencarian.

SRU 1 yang merupakan Tim Penyelam Basarnas dan Dive Centre Blue Ross dikerahkan melakukan pencarian di bawah air pada kedalaman 35 meter dan jarak pencarian sejauh 70 meter.



Disusul SRU 2 yang menggunakan rubber boat Basarnas dan long boat masyarakat melakukan pencarian dari permukaan air sejauh kurang lebih 15 NM arah barat daya dari lokasi kejadian.

"Hari ini kami memasuki Operasi SAR hari ketiga, dimana kami menambah tim penyelam dari Dive Blue Ross guna memperbesar area pencarian di bawah air," ucapnya.

Sebanyak dua short penyelaman dilakukan pada kedalaman 35 dan 25 meter dan jarak pencarian di perbesar hingga 70 meter.

Sementara tim yang melakukan pencarian dari permukaan laut dikerahkan menyisir beberapa titik koordinat yang sudah ditentukan sesuai SAR MAPS.



"Namun hingga sore hari upaya pencarian dari bawah dan permukaan air belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi SAR kami hentikan sementara dan dilanjutkan besok," ujarnya.

Yosi Balubun adalah pegawai RSUD dr M Haulussy Ambon dan merupakan ayah seorang anak itu bersama belasan rekannya pergi ke kawasan Pintu Kota untuk memancing ikan pada Jumat (1/3) malam.

Mereka kemudian menyewa sebuah perahu fiber glass berukuran besar dan empat orang diantaranya yang melaut untuk memancing ikan.



Namun ketika hendak kembali ke darat, perahu yang didayung tidak bisa bergerak akibat derasnya arus air meski pun tidak ada angin dan ombak, hingga akhirnya tenggelam pada Sabtu (2/3) dinihari.

Dalam musibah tersebut Yonker Diaz dinyatakan meninggal dunia, walau pun sempat ditolong warga dan dievakuasi ke RSUD Haulussy Ambon, sementara Jeky Uneberua (mantri kesehatan) yang juga pegawai RSUD Haulussy sempat pingsan namun akhirnya selamat bersama salah satu rekan lainnya bernama Stevy Hattu.

Sementara Yosi Balubun diduga hilang akibat tenggelam dalam musibah tersebut.



 

Pewarta: Daniel Leonard

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2024