PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat resmi menandatangani Commercial Operation Date (COD) Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Kuala Mandor berkapasitas 1 x 5 MW milik PT Pundi Global Investama (PGI). Penandatanganan ini menandai beroperasinya pembangkit energi baru terbarukan tersebut dalam sistem kelistrikan Kalimantan Barat, sekaligus menjadi bagian penting dari langkah percepatan transisi energi nasional.
Penandatanganan COD berlangsung pada Rabu (31/12) di Ruang Pembelajar Kantor PLN UID Kalimantan Barat. PLTBm Kuala Mandor berlokasi di Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, dan telah dinyatakan selesai konstruksi serta siap beroperasi secara komersial.
Senior Manager Perencanaan PLN UID Kalimantan Barat, Anton Sugiarto, menjelaskan bahwa pembangkit ini menggunakan teknologi direct combustion dengan kapasitas terpasang 5 MW. PLTBm Kuala Mandor dikembangkan melalui skema Independent Power Producer (IPP) dengan pola Build, Own, Operate, and Transfer (BOOT) selama 20 tahun.
“Listrik dari PLTBm Kuala Mandor disalurkan melalui jaringan tegangan menengah 20 kV Penyulang Korek–GI Ambawang–Tayan, sehingga turut memperkuat keandalan pasokan listrik di Kalimantan Barat,” ujar Anton.
Pengembangan pembangkit biomassa ini sejalan dengan arah kebijakan dalam RUPTL PLN 2025–2034 yang menempatkan energi baru dan terbarukan sebagai pilar utama pembangunan ketenagalistrikan nasional. Setidaknya terdapat tiga tujuan utama, yakni meningkatkan bauran energi bersih, menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) secara berkelanjutan, serta meningkatkan keandalan sistem dan kualitas tegangan, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.
Lebih dari itu, kehadiran PLTBm Kuala Mandor mencerminkan implementasi nyata transformasi PLN yang berlandaskan prinsip Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused. Selain menyediakan listrik yang andal dan ramah lingkungan, pembangkit berbasis biomassa ini juga memanfaatkan potensi lokal dan diharapkan mampu mendorong dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Direktur Utama PT Pundi Global Investama, Suroso Mitrohardjono, menyampaikan apresiasi kepada PLN UID Kalimantan Barat atas dukungan, pendampingan, dan supervisi yang diberikan hingga proyek tersebut dapat beroperasi secara komersial.
“Nota kesepahaman proyek ini pertama kali ditandatangani pada 2017 di Palangka Raya. Perusahaan kami bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit, sehingga memiliki potensi biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi ramah lingkungan. Kapasitas 5 MW ini merupakan proyek perdana kami, dan ke depan tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan hingga 10 MW apabila operasional berjalan baik dan lancar,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi penguatan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat sekaligus mendukung pengembangan energi bersih nasional.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menegaskan bahwa penandatanganan COD ini bukan sekadar menandai beroperasinya sebuah pembangkit, tetapi juga menjadi simbol komitmen PLN dalam menghadirkan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan.
“Transformasi PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga pada bagaimana listrik tersebut dihasilkan secara lebih bersih, efisien, terdigitalisasi, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kami berharap PLTBm Kuala Mandor dapat beroperasi secara andal, aman, dan berkelanjutan, serta memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, daerah, dan bangsa Indonesia,” tutup Maria.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2026
Penandatanganan COD berlangsung pada Rabu (31/12) di Ruang Pembelajar Kantor PLN UID Kalimantan Barat. PLTBm Kuala Mandor berlokasi di Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, dan telah dinyatakan selesai konstruksi serta siap beroperasi secara komersial.
Senior Manager Perencanaan PLN UID Kalimantan Barat, Anton Sugiarto, menjelaskan bahwa pembangkit ini menggunakan teknologi direct combustion dengan kapasitas terpasang 5 MW. PLTBm Kuala Mandor dikembangkan melalui skema Independent Power Producer (IPP) dengan pola Build, Own, Operate, and Transfer (BOOT) selama 20 tahun.
“Listrik dari PLTBm Kuala Mandor disalurkan melalui jaringan tegangan menengah 20 kV Penyulang Korek–GI Ambawang–Tayan, sehingga turut memperkuat keandalan pasokan listrik di Kalimantan Barat,” ujar Anton.
Pengembangan pembangkit biomassa ini sejalan dengan arah kebijakan dalam RUPTL PLN 2025–2034 yang menempatkan energi baru dan terbarukan sebagai pilar utama pembangunan ketenagalistrikan nasional. Setidaknya terdapat tiga tujuan utama, yakni meningkatkan bauran energi bersih, menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) secara berkelanjutan, serta meningkatkan keandalan sistem dan kualitas tegangan, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.
Lebih dari itu, kehadiran PLTBm Kuala Mandor mencerminkan implementasi nyata transformasi PLN yang berlandaskan prinsip Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused. Selain menyediakan listrik yang andal dan ramah lingkungan, pembangkit berbasis biomassa ini juga memanfaatkan potensi lokal dan diharapkan mampu mendorong dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Direktur Utama PT Pundi Global Investama, Suroso Mitrohardjono, menyampaikan apresiasi kepada PLN UID Kalimantan Barat atas dukungan, pendampingan, dan supervisi yang diberikan hingga proyek tersebut dapat beroperasi secara komersial.
“Nota kesepahaman proyek ini pertama kali ditandatangani pada 2017 di Palangka Raya. Perusahaan kami bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit, sehingga memiliki potensi biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi ramah lingkungan. Kapasitas 5 MW ini merupakan proyek perdana kami, dan ke depan tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan hingga 10 MW apabila operasional berjalan baik dan lancar,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi penguatan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat sekaligus mendukung pengembangan energi bersih nasional.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menegaskan bahwa penandatanganan COD ini bukan sekadar menandai beroperasinya sebuah pembangkit, tetapi juga menjadi simbol komitmen PLN dalam menghadirkan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan.
“Transformasi PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga pada bagaimana listrik tersebut dihasilkan secara lebih bersih, efisien, terdigitalisasi, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kami berharap PLTBm Kuala Mandor dapat beroperasi secara andal, aman, dan berkelanjutan, serta memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, daerah, dan bangsa Indonesia,” tutup Maria.(*)
Editor : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2026