Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi mengingatkan masyarakat agar terus mewaspadai dinamika cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jakarta dan sejumlah wilayah di Indonesia pada awal tahun 2026 ini.
"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik. Mari kita saling menjaga, memperhatikan tetangga dan lingkungan sekitar," kata Abdul Hadi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.
Apabila terdapat kondisi darurat, ia mengimbau masyarakat untuk manfaatkan layanan kegawatdaruratan atau menghubungi posko bencana terdekat.
"Insya Allah, dengan kewaspadaan dan doa kita bersama, kita bisa melewati musim penghujan ini dengan selamat,” kata dia merespons laporan meluasnya dampak curah hujan tinggi yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya hingga Senin (12/1) malam, yang mengakibatkan gangguan aktivitas publik cukup signifikan.
Diketahui, berdasarkan pemantauan dari berbagai sumber dan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hujan persisten telah menyebabkan puluhan Rukun Tetangga (RT) dan ruas jalan utama terendam banjir.
Wilayah Jakarta Selatan dilaporkan menjadi titik terparah dengan ketinggian air mencapai 110 cm di beberapa lokasi, seperti kawasan Pejaten Timur dan Rawajati.
Kondisi itu membuat petugas gabungan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), serta Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bekerja ekstra keras melakukan penyedotan genangan untuk meminimalkan kemacetan parah di jalan-jalan protokol.
Melihat kondisi tersebut, Abdul Hadi menyampaikan empati mendalam sekaligus apresiasi atas respons cepat para petugas di lapangan.
“Kami memantau terus perkembangan di lapangan. Tentu kita prihatin dengan gangguan aktivitas yang dialami warga. Namun di sisi lain, saya sangat mengapresiasi kerja keras rekan-rekan petugas lintas instansi yang sigap melakukan penyedotan air dan memastikan fungsi drainase berjalan," ujar dia.
Menurutnya, kehadiran negara melalui respons cepat aparat di lapangan adalah kunci untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat di tengah situasi seperti itu.
Lebih lanjut, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat (NTB) II ini mengingatkan peristiwa di Jakarta hanyalah satu dari sekian potensi dampak cuaca ekstrem di Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode puncak musim hujan.
Abdul Hadi menekankan situasi di Jakarta harus menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah lain di seluruh Indonesia. Ia mendorong adanya pengecekan ulang terhadap infrastruktur pengendali air di daerah-daerah rawan.
Editor : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2026