Iran menyebut penarikan diri Uni Emirat Arab (UEA) dari OPEC sebagai tindakan yang tidak konstruktif, sebagai reaksi negatif terhadap perkembangan di kawasan tersebut, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, pada Senin.
Pekan lalu, UEA mengumumkan akan keluar dari OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) dan OPEC+ secara efektif mulai 1 Mei.
Direktur komunikasi di Kementerian Luar Negeri UEA, Afra Mahash Al Hameli, lantas mengatakan bahwa keputusan itu adalah pilihan strategis dan berdaulat yang didasarkan pada visi ekonomi jangka panjangnya.
Sementara itu, mereka juga akan terus bekerja sama erat dengan para mitra dan memperkuat kerja sama multilateral, serta berkontribusi terhadap pasar setelah penarikan dirinya dari OPEC.
"Itu sama sekali tidak konstruktif, ketika suatu negara ingin menarik diri [dari organisasi] sebagai reaksi negatif [terhadap peristiwa di kawasan itu] atau sebagai bentuk balas dendam terhadap negara-negara di kawasan itu atau negara-negara OPEC," kata Baghaei dalam sebuah pengarahan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Editor : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2026