Ngabang (Antara Kalbar) - Bupati Landak Adrianus Asia Sidot mengaku akan menganggarkan kembali dana untuk penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang banyak merusak lingkungan.

"Kita akan anggarkan Rp1 miliar dalam APBD kita untuk membantu aparat dalam penertiban tambang ilegal di Kabupaten Landak ini," ujar Bupati Adrianus Asia Sidot saat pisah sambut dengan Kapolres Landak di Ngabang, Senin malam.

Bupati menargetkaan Sungai Landak bisa kembali bersih, jernih dan bisa dipakai sumber air bersih oleh masyarakat Kabupaten Landak. Selama ini ibu kota Kabupaten Landak, yaitu Ngabang, masih kesulitan air bersih.

"Saya saja di rumah dinas beli air tangki. Karena memang tidak ada air bersih. Sementara PDAM Ngabang belum optimal," kata Adrianus.

Aktivitas PETI di Kabupaten Landak sudah lama marak. Sudah sering ditertibkan, baik oleh aparat berwenang dan pemerintah kabupaten Landak pada tahun-tahun sebelumnya, tapi belum bisa tuntas, sehingga masih harus dilanjutkan penertibannya.

"Tapi, pola pikir masyarakat masih saja belum berubah.Saya tidak pernah melarang mengambil kekayaan tanah Landak, emas dan tambang lainnya, asal bertanggungjawab tidak mencemari lingkungan yang merugikan orang banyak," tegas Adrianus.

Kapolres Landak yang baru dijabat Ajun Komisaris Besar (Pol) Fransiskus Tjahyono mengatakan siap bekerjasama dengan seluru pemangku kepentingan kepolisian.

"Kami siap membantu dan bekerjasama dengan semua pihak baik masyarakat, pemerintah kabupaten Landak dan sejumlah stakeholder yang ada," kata AKBP Fransiskus Tjahyono.



Pewarta: Kundori
Editor : Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2026