"Kita bersyukur saat ini di Bengkayang tak ditemukan kasus difteri. Namun beberapa hari lalu di RSU Bethesda Serukam ada seorang pasien anak-anak yang datang berobat berasal dari Kabupaten Sambas. Pihak RS Bethesda Serukam melaporkan bahwa pasien tersebut diduga menderita difteri," ujarnya saat dihubungi di Bengkayang, Rabu.
Ia menjelaskan bahwa difteri merupakan penyakit menular yang mematikan. Penyakit ini menyerang saluran pernafasan bagian atas yang ditandai dengan adanya selaput berwarna putih keabu-abuan (pseudomembran) yang bila lepas atau dilepaskan akan mengeluarkan darah.
"Penyakit difteri disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphteriae," jelas mantan Direktur RSUD Bengkayang.
Ia menambahkan penularan difteri dari manusia melalui saluran nafas, seperti percikan ludah misalnya bersin. Sehingga penyakit ini sangat mudah ditularkan.
"Untuk cara penanganan jika ada warga yang diduga terinfeksi difteri adalah dengan segera merujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut atau ke rumah sakit terdekat," jelasnya.
Dengan adanya kasus difteri yang sudah mewabah di beberapa daerah di Indonesia, ia meminta kesadaran masyarakat supaya setiap bulan membawa bayi dan balitanya ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi lengkap.
"Untuk pencegahan yang paling efektif adalah dengan imunisasi dasar lengkap," kata dia.
Dari sisi Pemerintahan Kabupaten Bengkayang sendiri melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana melakukan langkah antisipasi pencegahan.
"Langkah kita yakni dengan melakukan berbagai sosialisasi melalui Puskesmas, Posyandu dan Poskesdes serta petugas kesehatan yang ada," papar dia.
Pewarta: DediEditor : Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.