Bengkayang (ANTARA) - Kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat Rudi Hartono menyatakan, Bengkayang mendapatkan alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDesa) Tahun 2025 sebesar Rp187,3 miliar untuk 122 desa di kabupaten setempat.

 

"Jumlah tersebut terdiri atas Dana Desa (DD) sebesar Rp111,2 miliar, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp68,2 miliar, dan belanja Bagi Hasil Pajak (BHP) Rp5,3 miliar," ujarnya di Bengkayang, Jumat.

Dia mengatakan, alokasi untuk APBDesa di Bengkayang tidak ikut terdampak adanya kebijakan efisiensi anggaran. Dia berharap, anggaran tersebut dapat digunakan sebaik mungkin untuk membangun desa dan kesejahteraan masyarakat.

"Dana Desa kita di 122 desa aman, tidak terdampak," katanya.

Saat ini, kata dia, ada 75 desa yang ada di Bengkayang sudah siap cair dana desa, namun masih menunggu dari pihak BPKAD Kabupaten Bengkayang dalam proses pencairan.

Dia berharap, APBDesa termasuk yg bersumber dari DD, ADD dan BHP segera dieksekusi sehingga perekonomian di Desa mulai bergerak positif dengan adanya perputaran uang di desa. Apalagi kata dia, menjelang Idul Fitri hal tersebut sangat diperlukan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bengkayang, Yakobus menyampaikan, untuk pencairan dana desa sudah bisa diajukan ke BPKAD dan sudah beberapa desa yang mengajukan.

Untuk anggaran dana desa khusus gaji perangkat desa sudah dibayarkan. Sementara untuk ADD lainnya akan dibayarkan pada akhir Maret ini.

"Dalam rangka percepatan penyaluran Dana Desa maka mohon dukungan pemerintah desa untuk segera mempersiapkan syarat dan segera mengajukan pencairan DD ke KPPN melalui BPKAD untuk menghindari keterlambatan penyaluran dan penolakan berkas karena syarat tidak lengkap," ujarnya.

Oleh karena itu, dia berharap setiap desa memastikan syarat pengajuan sudah terpenuhi sebelum melakukan permohonan penyaluran.



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026