Pontianak (ANTARA) - Lembaga Gemawan mendorong penguatan ekonomi perempuan melalui pelatihan pengolahan kelapa menjadi produk bernilai tambah bersama kelompok Perempuan Maju Bersama di Dusun Parit Sarim, Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
"Pelatihan yang berfokus pada pembuatan manisan kelapa tersebut menjadi langkah awal untuk memaksimalkan potensi komoditas lokal yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah. Kegiatan ini digelar di kediaman Ketua Kelompok Perempuan Maju Bersama, Samunah, dengan menghadirkan narasumber dari Serikat Perempuan Kabupaten Kayong Utara (SETARA), Sartini," kata Kepala Divisi Ekonomi Kreatif (Ekraf) Gemawan dalam sambutannya. Maulisa di Pontianak, Rabu.
Dia mengatakan, melalui pelatihan tersebut ibu-ibu dapat menyalurkan bakat dan minatnya dalam mengolah hasil kebun, dari kelapa menjadi produk olahan seperti manisan. Harapannya, ini bisa menjadi produk unggulan desa yang meningkatkan nilai jual.
Menurutnya, Desa Punggur Besar merupakan salah satu desa dampingan Gemawan yang dikenal memiliki potensi kelapa cukup besar. Selama ini, mayoritas warga menjual kelapa secara butiran, meskipun harga di pasaran terbilang cukup tinggi, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp7.000 per butir.
"Namun, fluktuasi harga komoditas tetap menjadi kekhawatiran masyarakat," tuturnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan turunnya harga, para perempuan di desa itu mulai berinisiatif mengolah kelapa menjadi produk turunan bernilai ekonomis. Pelatihan ini pun menjadi momentum penting untuk memperkenalkan cara produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk olahan.
"Kami belum pernah memperoleh pelatihan seperti ini sebelumnya. Selama ini hasil panen kami langsung dijual ke pasar atau tengkulak. Kami sangat senang bisa belajar membuat manisan kelapa," kata salah satu anggota kelompok Perempuan Maju Bersama, Icha.
Icha menambahkan, pelatihan ini bukan hanya sebatas keterampilan, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun identitas produk lokal perempuan desa. Produk yang dihasilkan akan diarahkan untuk memiliki kemasan menarik, merek usaha, hingga legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB).
"Kalau produk sudah siap dan identitas usaha sudah lengkap, ke depan bisa dikenalkan secara lebih luas sebagai produk unggulan desa, bahkan Kubu Raya," katanya.
Para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan yang berlangsung interaktif, dengan sesi tanya jawab bersama narasumber mengenai teknik pengolahan dan daya tahan produk. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Gemawan dalam memperkuat kapasitas perempuan desa agar berdaya secara ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal.
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026