Pontianak (ANTARA) - Sebanyak tujuh tim QRIS Jelajah Indonesia 2025 yang terdiri masing - masing tiga peserta mulai Selasa - Sabtu, 19 - 23 Agustus 2025 menjalankan misi menjelajahi pusat budaya dan melakukan edukasi QRIS serta inisiatif digitalisasi sistem pembayaran lainnya di Pontianak, Singkawang dan Sambas tepatnya di wilayah perbatasan.
Kegiatan QRIS Jelajah Indonesia 2025 sendiri menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pekan QRIS Nasional (PQN) 2025 . PQN 2025 bertujuan untuk mendorong perluasan akseptasi QRIS, baik dari sisi transaksi, merchant, maupun pengguna.
PQN 2025 mengusung tema “Rayakan Digitalisasi, QRIS-nya Satu, Menangnya Banyak”, kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye nasional yang dilaksanakan serentak di 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwDN) di seluruh Indonesia.
Sementara tema QRIS Jelajah Indonesia 2025 secara nasional yakni “Jelajahi Budaya Indonesia, Makin Praktis Pakai QRIS” diangkat untuk menggambarkan bahwa digitalisasi dan budaya dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat. Melalui berbagai misi yang menonjolkan unsur seni, tradisi, kuliner, dan bahasa daerah, QRIS Jelajah Indonesia 2025 diharapkan mampu menyampaikan nilai digitalisasi dengan cara yang lebih mudah ke seluruh lapisan masyarakat.
Tema QRIS Jelajah Indonesia khusus di Kalbar mengangkat tema kebudayaan Tionghua, Dayak dan Melayu (Tidayu) yang merupakan tiga etnis terbesar di Kalbar.
Kegiatan yang diadakan di tiga wilayah Kalbar tersebut yaitu Pontianak dengan lokasi di Tugu Digulis, Keraton Kadriah dan Rumah Radank, di Singkawang dilaksanakan di Vihara Sui Kheu Thai Pak Kung dan di Aruk Sambas tepatnya di PLBN Aruk.
Program dikemas dalam bentuk kompetisi dengan membuat video di setiap misi untuk mengampanyekan QRIS dan inisiatif digitalisasi sistem pembayaran lainnya seperti BI-FAST, Kartu Kredit Indonesia (KKI), Anti Pencucian Uang dan pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT), Elektronifikasi, Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, Manajemen Risiko, Pelindungan Konsumen, Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) Kebudayaan, serta Transportasi bersinergi dengan pelaku industri, asosiasi, dan satuan kerja terkait di Bank Indonesia.
Program tersebut juga akan mendukung upaya perluasan merchant, pengguna, dan transaksi, serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai QRIS dan sistem pembayaran digital. Seluruh upaya ini bertujuan untuk mendukung ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional yang berkelanjutan.
"Kampanye kreatif ini dirancang sebagai kompetisi yang mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk turut serta menyebarluaskan inisiatif dan upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan awareness dan literasi terkait sistem pembayaran digital melalui pendekatan yang inovatif dan kolaboratif," ujar Kepala Perwakilan BI Kalbar Doni Septadijaya.
Melalui pendekatan yang menyeluruh, program ini diharapkan dapat mendorong terciptanya sistem pembayaran digital yang tidak hanya efisien dan aman, tetapi juga inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Pemprov Kalbar Apresiasi
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalbar, Ignasius IK mengatakan bahwa atas nama Pemerintah Provinsi Kalbar mengapresiasi upaya Bank Indonesia dalam memperluas digitalisasi pembayaran.
Ia berharap Pekan QRIS Nasional dan kegiatan QRIS Jelajah Indonesia bukan hanya acara seremonial tapi bentuk nyata sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, regulator, pelaku industri dan masyarakat untuk memastikan digitalisasi transaksi dapat dimanfaatkan sebagai katalisator peningkatan perekonomian daerah
“Semoga dengan jargon Rayakan Digitalisasi, QRIS-nya Satu, Menangnya Banyak maka digitalisasi pembayaran akan lebih masif. Pelaku usaha , pedagang pasar, perajin wastra hingga petani dan nelayan segera aware atas benefit tercatatnya transaksi yakni akses pembiayaan lebih mudah serta pasar yang lebih luas,” katanya.
Misi Seru dan Pengalaman Berharga
Tim Equator QRIS Legacy menjadi satu di antara peserta QRIS Jelajah Indonesia 2025 yang ikut merasakan pengalaman seru dan berharga. Tim yang diketuai Arief Fadillah dengan anggota M. Abdurrahman Harits dan M. Rifki Asudais serta fasilitator Aulia Anisa mengaku bahwa QRIS Jelajah Indonesia 2025 adalah sebuah pengalaman yang sangat berkesan dan penuh pembelajaran tentang pentingnya literasi keuangan digital di tengah masyarakat.
Berbagai misi yang dijalani dalam program tersebut tak hanya menguji pengetahuan kelompoknya, tetapi juga melatih kepekaan sosial di berbagai daerah.
Hari Pertama, Eksplorasi Pontianak
Misi dan hari pertama, 19 Agustus 2025 di Kota Pontianak yakni Taman Digulis dan Rumah Radangk, peserta termasuk Tim Equator QRIS Legacy di kawasan Taman Digulis Pontianak mengenalkan QRIS dan penggunaannya kepada masyarakat serta pelaku UMKM.
"Saat di lapangan misi pertama kami menjelaskan manfaat praktis QRIS, mulai dari transaksi yang lebih cepat, aman, hingga efisien tanpa perlu uang tunai. Diskusi kecil itu menghadirkan interaksi hangat, sekaligus memberikan semangat bagi kami bahwa misi ini benar-benar bermanfaat," ujar Arif.
Masih di hari yang sama, misi kedua membawa timnya dan lainnya pada edukasi terkait BI-FAST dan proxy address. Tim QRIS Jelajah Indonesia mensosialisasikan bagaimana proxy address dapat mempermudah transfer dana hanya dengan menggunakan nomor HP atau email, sekaligus menyampaikan keunggulan BI-FAST yang lebih cepat, murah, dan real-time.
Tak berhenti di situ, tim QRIS Jelajah Indonesia melanjutkan ke Rumah Radangk Pontianak untuk menyelesaikan misi ketiga yakni mengenalkan budaya di Kalbar baik berupa kuliner khas, wastra tradisional maupun kekayaan seni budaya.
Khusus untuk Tim Equator QRIS Legacy mengenalkan budaya melayu Kalbar menampilkan tarian Japin Melayu dengan balutan baju adat Melayu, kain corak insang, dan songket khas Sambas. Suasana penuh warna itu menjadi bukti bahwa keuangan digital bisa berjalan seiring dengan pelestarian budaya.
Hari Kedua Eksplorasi Kota Singkawang
Pada hari kedua pada 20 Agustus 2025, misi keempat dijalankan di mana Tim QRIS Jelajah Indonesia 2025 menyapa Kota Singkawang. Pada misi tersebut peserta mengunjungi di vihara terbesar di kota Singkawang, Tri Dharma Sui Kheu Thai Pak Kung di Jalan Raya Kulor, Singakwang. Pada misi tersebut peserta melaksanakan sosialisasi mengenai perlindungan konsumen.
Tim QRIS Jelajah Indonesia 2025 memberikan edukasi mengenai cara menghadapi berbagai ancaman seperti scammer, penipuan digital, hingga praktik curang yang bisa merugikan warga. Respon masyarakat cukup antusias, banyak yang bercerita tentang pengalaman pribadi mereka. Diskusi berjalan akrab dan terasa dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Selesai melaksanakan misi utama seluruh QRIS Jelajah Indonesia 2025 menyempatkan diri untuk mengeksplorasi beberapa destinasi ikon di Singkawang, mulai dari Vihara Tri Dharma Bumi Raya, kawasan Pasar Hongkong, hingga beberapa sudut kota yang terkenal akan keragaman budayanya.
Hari Ketiga Eksplorasi Batas Negeri di Sambas
Hari ketiga menjadi salah satu momen paling berkesan bagi peserta. Tiba di PLBN Aruk, perbatasan Indonesia- Malaysia, untuk menjalankan misi mengenai program Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah).
Peserta memberikan edukasi kepada masyarakat setempat tentang pentingnya mencintai rupiah sebagai identitas bangsa, bangga menggunakannya di setiap transaksi, serta memahami cara menjaga dan memperlakukan uang rupiah dengan benar.
Banyak masyarakat yang baru tahu bahwa uang rusak atau lusuh dapat ditukar di bank, selama ciri keasliannya masih bisa dikenali. Pengetahuan sederhana ini ternyata sangat membantu mereka yang sehari-hari berada di kawasan perbatasan, di mana transaksi dengan ringgit Malaysia juga kerap terjadi.
"Selama tiga hari penuh ini, dari Pontianak, Singkawang, hingga Aruk, kami belajar bahwa literasi keuangan digital dan kecintaan terhadap rupiah harus terus digaungkan. Tidak semua masyarakat sudah paham QRIS, BI-FAST, kebudayaan lokal, hak-hak mereka sebagai konsumen serta bentuk Cinta Bangga Paham Rupiah. Namun semangat mereka untuk belajar sangat tinggi. Bagi kami, QRIS Jelajah Indonesia 2025 bukan sekadar rangkaian misi, melainkan perjalanan yang menyatukan edukasi digital, pelestarian budaya, serta interaksi sosial yang membekas," tutup Arif.
Masyarakat Teredukasi
Mariana, satu di antara warga Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas mengaku bersyukur dengan adanya edukasi dari Tim QRIS Jelajah Indonesia 2025. Dengan adanya tim QRIS, ia lebih mengerti dan mengenal lebih dalam tentang rupiah.
"Ya kita lebih tahu lebih dalam soal rupiah, mengapa kita cinta, bangan dan paham rupiah. Ini sangat penting bagi kami di daerah perbatasan," kata dia.
Ia berharap edukasi dan kegiatan tentang rupiah termasuk berkaitan transaksi keuangan di perbatasan terus digelar. Dengan hal itu masyarakat perbatasan semakin mendapat wawasan yang luas dalam rangka kedaulatan bangsa dan negara di batas negeri.
Pewarta: DediUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.