Singkawang (ANTARA) - Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Singkawang (AJUSI) memberikan pelatihan jurnalistik bagi siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Singkawang.
"Setiap sekolah mengirimkan tiga hingga empat siswa untuk mengikuti pelatihan yang bertujuan menumbuhkan kemampuan literasi media dan keterampilan jurnalistik di kalangan pelajar," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi di Singkawang, Rabu.
Asmadi juga menyambut baik inisiatif AJUSI dan menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi literasi siswa di era digital.
“Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya belajar menulis berita, tetapi juga mengasah kemampuan berbahasa, berpikir kritis, dan berkomunikasi. Semua itu penting untuk menghadapi tantangan zaman yang menuntut kecakapan literasi informasi,” kata Asmadi.
Ia menambahkan, literasi jurnalistik dapat menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa dalam memahami isu-isu sosial dan lingkungan sekitar mereka.Pelatihan ini diisi dengan sesi praktik menulis berita, pengenalan etika jurnalistik, serta teknik dasar peliputan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Singkawang bersama insan pers berupaya memperkuat peran pendidikan dalam membentuk masyarakat yang melek informasi, bijak bermedia, dan mampu berpartisipasi aktif dalam ekosistem informasi yang sehat.
Ketua AJUSI Singkawang, Hari Kurniatama mengatakan, pelatihan ini dirancang untuk membantu siswa memahami cara kerja media, menulis berita secara benar, serta membangun kebiasaan berpikir kritis terhadap informasi yang mereka terima setiap hari.
“Mereka perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu atau disinformasi,” ujarnya.
Menurut Hari, peserta diharapkan menjadi agen literasi di sekolah masing-masing yang mampu menularkan pengetahuan jurnalistik kepada teman sebaya serta mendorong budaya menulis dan membaca di lingkungan sekolah.
AJUSI juga berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan bagi sekolah yang ingin mengembangkan ekstrakurikuler jurnalistik atau mading digital di tingkat SMP.
“Kami berharap kolaborasi ini menjadi langkah awal membangun generasi pelajar yang cerdas, beretika, dan berdaya saing di bidang literasi media,” ujarnya.
