Bengkayang (ANTARA) - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Singkawang untuk terus memperkuat nilai-nilai toleransi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM) sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikann saat memimpin rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Rapat Kerja Pemerintah Daerah (Rakerda) bidang HAM dan Konferensi Kota Toleran (KKT) Tahun 2025, di Singkawang, Rabu .
Tjhai Chui Mie menekankan pelaksanaan Raker HAM dan Konferensi Kota Toleran 2025 memiliki makna strategis bagi Singkawang, tidak hanya sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional, tetapi juga sebagai kota yang telah lama dikenal karena harmoni dan keberagamannya.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam menjaga toleransi, kebersamaan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia,” ujarnya.
Menurutnya, prinsip toleransi dan penghormatan terhadap HAM telah menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat Singkawang.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antar-instansi dan membuka ruang dialog yang konstruktif bagi seluruh peserta untuk berbagi praktik baik dalam membangun kota yang inklusif dan damai.
Baca juga: Singkawang kembali raih predikat Kota Tertoleran se-Indonesia
“Sebagai kota dengan masyarakat yang majemuk, kita memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga kerukunan dan menjadikannya modal sosial dalam pembangunan. Keberagaman adalah kekuatan yang harus kita rawat bersama,” ujarnya.
Dia juga meminta seluruh perangkat daerah untuk memastikan kesiapan maksimal dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan, baik dari sisi teknis, substansi acara, maupun koordinasi lintas instansi. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan komunikasi yang solid agar setiap aspek persiapan dapat berjalan lancar.
“Persiapan harus dilakukan secara matang, karena keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Singkawang dalam menerapkan prinsip-prinsip HAM di tingkat daerah,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap forum tersebut dapat memperkuat posisi Singkawang sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berorientasi pada kemanusiaan.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menegaskan bahwa Singkawang bukan hanya simbol keberagaman, tetapi juga pelopor kota ramah HAM dan toleran di Indonesia,” ujarnya.
Wali Kota juga berkomitmen menjadikan hasil Raker HAM dan Konferensi Kota Toleran sebagai rujukan dalam merumuskan kebijakan daerah yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Dengan kerja sama lintas sektor dan dukungan masyarakat, Singkawang optimistis dapat terus menjadi teladan nasional dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Baca juga: Singkawang Christmas Day meriahkan perayaan Natal di Kota Singkawang
