Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat terus memperkuat pemenuhan hak dasar masyarakat melalui program penyediaan rumah layak huni bagi warga atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) daerah setempat.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, saat meresmikan satu unit Rumah Layak Huni di Jalan Pembangunan Gang Achmal, Kecamatan Singkawang Barat, Sabtu.
"Peresmian rumah ini menjadi bagian dari rangkaian upaya pemerintah daerah memenuhi kebutuhan hunian yang aman, sehat, dan manusiawi bagi masyarakat," ujar Wali Kota.
Wali Kota Singkawang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan rumah tersebut, termasuk dukungan mitra pemerintah pusat, provinsi, serta unsur masyarakat yang berpartisipasi.
“Pemenuhan rumah layak huni adalah bagian dari perlindungan hak dasar masyarakat. Pemerintah Kota akan terus memperluas jangkauan bantuan RTLH melalui kolaborasi lintas sektor agar semakin banyak warga yang mendapatkan tempat tinggal yang layak,” kata Tjhai Chui Mie.
Ia berharap rumah yang diserahkan dapat memberikan kenyamanan dan menjadi awal kehidupan baru bagi keluarga penerima manfaat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Singkawang, Awang Dicko Mahendra, mengatakan progres pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Singkawang tahun 2025 telah mencapai 80 persen.
“Dari 45 unit RTLH yang bersumber dari APBD Kota, sebanyak 36 unit telah selesai dibangun hingga September 2025,” ujarnya.
Selain menggunakan APBD Kota, Pemkot Singkawang juga menerima dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat. Pada tahun ini, terdapat tambahan 10 unit RTLH yang dibiayai APBD Provinsi Kalimantan Barat serta 25 unit melalui APBN.
Dicko menyebutkan sejumlah kendala kerap ditemui dalam pengerjaan di lapangan, seperti status kepemilikan tanah, keterbatasan tenaga tukang, dan ketersediaan material bangunan.
“Masalah yang sering muncul yaitu ketidakjelasan kepemilikan lahan, misalnya tanah warisan yang memerlukan persetujuan seluruh ahli waris. Selain itu, ketersediaan tukang dan material juga menjadi tantangan,” katanya.
Meski begitu, ia mengapresiasi partisipasi warga yang turut membantu pembangunan melalui semangat gotong royong.
“Di beberapa lokasi, masyarakat ikut membantu pengerjaan. Ini menunjukkan tingginya kepedulian dan menjadi kekuatan penting dalam penyelesaian program RTLH,” tambahnya.
Dia mengatakan, program RTLH menjadi salah satu prioritas Pemkot Singkawang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
