Singkawang (ANTARA) - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, resmi dikukuhkan sebagai Bunda Literasi dan Bunda Guru Kota Singkawang pada kegiatan yang berlangsung di Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (21/11).
Tjhai Chui Mie mengatakan, pengukuhan tersebut membawa tanggung jawab besar untuk memperkuat budaya literasi di Kota Singkawang, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, literasi merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter dan wawasan masyarakat.
“Saya sangat menginginkan generasi muda mencintai budaya literasi. Literasi bukan hanya tugas sekolah, tetapi juga lingkungan dan keluarga,” ujarnya.
Ia menilai kebiasaan membaca dan akses terhadap pengetahuan akan memperkaya kemampuan anak dalam mengenal sejarah bangsa, memperluas pandangan, serta menjadi bekal dalam menjalani kehidupan di masa depan. Karena itu, program literasi ke depan akan diperluas melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Ke depannya kami akan menyusun program untuk semakin menumbuhkembangkan budaya literasi, tidak hanya melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan, tetapi juga bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang,” kata Tjhai Chui Mie.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya peran seorang ibu dalam keluarga dan masyarakat, terutama dalam membangun fondasi pendidikan sejak dini.
“Ibu adalah madrasah pertama dalam keluarga, peranannya sangat penting. Kehadirannya diharapkan menjadi motivator bagi guru,” ujar Gubernur.
Menurutnya, peran Bunda Literasi bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai motor penggerak untuk meningkatkan minat baca masyarakat melalui inspirasi, motivasi, dan aksi nyata. Sementara peran Bunda Guru diarahkan pada pembinaan, pendampingan, dan pengawasan layanan pendidikan agar lebih berkualitas di setiap daerah.
Ia berharap keberadaan Bunda Literasi dan Bunda Guru di setiap kabupaten/kota dapat memperkuat semangat literasi serta kualitas pendidikan di seluruh Kalimantan Barat.
