Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat menegaskan komitmen untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dalam rapat koordinasi percepatan penurunan stunting tingkat kabupaten yang berlangsung di Bengkayang, Senin.
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan persoalan stunting isu serius karena berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi daerah setempat.
Ia menegaskan penurunan stunting salah satu prioritas utama pembangunan daerah.
"Permasalahan stunting bukan hanya soal gizi dan kesehatan, melainkan menyangkut masa depan anak-anak kita, kesejahteraan keluarga, dan kemajuan daerah secara keseluruhan," ujarnya.
Pemkab Bengkayang terus melakukan berbagai intervensi mulai dari penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan cakupan imunisasi, pemenuhan gizi keluarga, perbaikan sanitasi lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat terkait dengan persoalan stunting.
Namun, ia menilai tingkat keberhasilan program tersebut bergantung pada kerja bersama semua pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), dunia usaha, sektor swasta, organisasi masyarakat serta lembaga non-pemerintah, termasuk Wahana Visi Indonesia, yang turut mendukung capaian penurunan angka stunting di Bengkayang secara signifikan.
"Atas kerja bersama ini kita berhasil menurunkan angka stunting sebesar 9,3 persen dari 32,7 persen pada 2023 menjadi 23,4 persen pada 2024 sesuai hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI)," katanya.
Selain itu, Kabupaten Bengkayang mencatat capaian zero stunting di Desa Jesape, Kecamatan Ledo.
Bupati Sebastianus Darwis berharap, prestasi itu menjadi motivasi bagi kecamatan lainnya untuk mempercepat intervensi stunting.
Meski menunjukkan perkembangan positif, ia mengajak semua pemangku kepentingan tidak lengah dan tetap menjaga konsistensi pelaksanaan program penurunan stunting.
Ia menyampaikan empat poin arahan untuk ditindaklanjuti seluruh sektor terkait, yakni memperkuat komitmen dan sinergi lintas sektor, melakukan intervensi spesifik dan sensitif secara tepat, sistematis, dan berkelanjutan.
Selain itu, memastikan program di lapangan berjalan efektif sehingga bantuan dan layanan benar-benar diterima keluarga yang membutuhkan, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, serta mengoptimalkan penggunaan aplikasi Bangda sebagai alat monitoring dan evaluasi digital untuk mengidentifikasi titik rawan dan memastikan intervensi tepat sasaran.
"Kita memiliki target nasional yang harus dicapai, tetapi lebih dari itu kita memiliki tanggung jawab moral kepada generasi penerus bangsa di daerah kita sendiri," ucapnya.
Ia berharap, rapat koordinasi menghasilkan keputusan strategis dan langkah konkret memperkuat gerakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bengkayang.
"Mari kita bekerja bersama dengan niat tulus dan aksi nyata demi anak-anak kita dan masa depan Kabupaten Bengkayang yang lebih gemilang," ujar Bupati Sebastianus Darwis.
