Pontianak (ANTARA) - Majelis Syuro XIV (Kongres Nasional) Pemuda Muslimin Indonesia resmi dibuka pada Senin, 8 Desember 2025, di Green Forest Hotel, Bogor. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi ini mengusung tema “Sinergi dan Kontribusi Pemuda Muslimin Indonesia dalam Mewujudkan Asta Cita”, sebagai wujud penegasan komitmen untuk memperkuat peran pemuda Muslim dalam pembangunan umat, bangsa, dan negara.
Pembukaan Majelis Syuro XIV dilakukan secara resmi oleh Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Indonesia (PSII), KH. Muflich Chalif Ibrahim.
Pelaksanaan Majelis Syuro kali ini berlangsung dalam suasana keprihatinan nasional, menyusul bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatra. Dalam sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia, Muhtadin Sabili, menyampaikan bahwa bencana tersebut tidak dapat dilepaskan dari kerusakan lingkungan yang dipicu oleh aktivitas yang tidak bertanggung jawab.
“Kita berdoa agar saudara-saudara kita di Sumatra diberi kekuatan dan pemulihan. Negara harus hadir dan bertindak tegas terhadap para perusak lingkungan,” ujarnya.
Muhtadin menegaskan bahwa Pemuda Muslimin Indonesia harus hadir sebagai kekuatan strategis dalam mewujudkan agenda pemerintah menuju Asta Cita. Ia menekankan pentingnya membangun organisasi yang solid, efektif, dan rapi, layaknya satu saf perjuangan.
Senada dengan itu, dalam sambutan pembukaan, KH. Muflich Chalif Ibrahim menyampaikan doa dan empati mendalam atas bencana yang terjadi. Ia berharap pemerintah menetapkan status bencana nasional mengingat dampaknya yang luas.
“Peristiwa ini bukan sekadar musibah daerah, tetapi sudah selayaknya dipandang sebagai bencana nasional yang membutuhkan solidaritas seluruh elemen bangsa,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa Majelis Syuro XIV adalah momentum penting untuk memperkuat konsolidasi, menyatukan visi, dan merumuskan arah kebijakan Pemuda Muslimin Indonesia ke depan. Forum ini juga diharapkan berkontribusi bagi upaya PSII dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke wilayah dan daerah.
Majelis Syuro XIV dihadiri delegasi dari berbagai wilayah, termasuk Papua Barat, Papua Barat Daya, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah, serta pimpinan cabang dari 179 kabupaten dan kota. Kehadiran para delegasi mencerminkan semangat persatuan dan soliditas organisasi yang kuat.
Majelis Syuro XIV diharapkan melahirkan keputusan yang progresif, solutif, dan berdampak nyata—serta meneguhkan peran Pemuda Muslimin Indonesia sebagai kader umat dan bangsa yang berkomitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
