Pontianak (ANTARA) - Meski dinamika ekonomi nasional yang penuh tantangan, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) kembali menunjukkan ketangguhannya dengan mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun 2025. Bank kebanggaan masyarakat Kalbar ini tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dengan pesat, mengukuhkan posisinya sebagai pilar keuangan daerah yang solid dan adaptif.
Berdasarkan data kinerja unaudited, total aset Bank Kalbar tumbuh 5,02% menjadi Rp27,84 triliun pada tahun 2025, dari sebelumnya Rp26,51 triliun di tahun 2024.
"Pertumbuhan yang sehat ini diiringi oleh peningkatan laba bersih yang signifikan sebesar 7,66% menjadi Rp522,99 miliar, dibandingkan Rp485,80 miliar di tahun sebelumnya. Lonjakan laba ini menegaskan efisiensi operasional dan ketajaman bisnis yang dikelola dengan disiplin," ujar Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi saat konfernsi pers di Pontianak, Selasa.
Dari sisi fungsi intermediasi, Bank Kalbar berhasil menyalurkan kredit senilai Rp18,07 triliun, tumbuh 7,18% dari tahun sebelumnya. Di sisi pendanaan, kepercayaan masyarakat tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 3,73% menjadi Rp21,11 triliun.
Kinerja yang solid juga terlihat dari berbagai rasio keuangan yang sangat sehat:
1. BOPO: 69,64%, menunjukkan efisiensi operasional yang kuat.
2. LDR: 85,59%, mencerminkan fungsi intermediasi yang optimal.
3. ROA: 2,63% dan ROE: 12,50%, menandakan profitabilitas yang solid.
4. NPL: Terjaga rendah di level 1,85%, menegaskan kualitas kredit yang prima.
5. CASA: Mencapai 57,90%, menunjukkan struktur pendanaan yang sehat dan kompetitif.
Unit Usaha Syariah Bersinar
Tidak kalah bersinar, kinerja Bank Kalbar Syariah mencatat akselerasi yang luar biasa. Total aset syariah melonjak 14,34% menjadi Rp2,95 triliun, didukung pertumbuhan DPK Syariah sebesar 15,09% menjadi Rp1,22 triliun. Laba usaha syariah bahkan melesat secara spektakuler sebesar 34,24% menjadi Rp141,84 miliar. Kualitas pembiayaan terjaga sangat prima dengan NPF Gross hanya 0,58%, mengukuhkan pengelolaan risiko yang disiplin.
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pencapaian ini. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah, DPRD, Regulator, nasabah setia, mitra kerja, serta seluruh insan Bank Kalbar yang telah bekerja dengan dedikasi dan loyalitas luar biasa. Capaian ini adalah bukti kerja kolektif yang solid dan strategi yang terarah,” ujarnya.
Dengan fondasi permodalan yang semakin kokoh, ditandai dengan pertumbuhan modal inti menjadi Rp4,4 triliun (naik 7,32%), Bank Kalbar optimistis menatap masa depan. Pencapaian tahun 2025 ini menjadi pondasi emas untuk melangkah lebih besar, lebih kuat, dan lebih berdampak bagi pembangunan ekonomi Kalbar.
