Banda Aceh (ANTARA) - Personel Polri memperbaiki drainase atau saluran air untuk mencegah banjir di sepanjang Jalan Nasional Genting Gerbang-Pameu, Kampung Atu Singkih, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, yang merupakan wilayah pedalaman Provinsi Aceh.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq di Aceh Tengah, Kamis, mengatakan perbaikan drainase tersebut melibatkan personel BKO Brimob Polda Aceh bersama Polsubsektor Rusip Antara, Polsek Silih Nara.
"Personel Polri membersihkan dan memperbaiki drainase maupun gorong-gorong yang tersumbat material lumpur dan tanah akibat bencana banjir dan longsor," katanya.
Kapolres mengatakan sebanyak 15 personel gabungan BKO Brimob Polda Aceh dan Polsubsektor Rusip Antara dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Kegiatan dipimpin Komandan Peleton (Danton) Brimob BKO Polda Aceh.
Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob dan Polsubsektor Rusip Antara turun langsung ke dalam saluran drainase untuk membuka aliran air yang tersumbat tanah, batu, kayu, dan lumpur.
Sumbatan tersebut sebelumnya menyebabkan air meluap hingga ke badan jalan nasional dan berpotensi mengganggu keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas.
"Personel masuk ke air bercampur lumpur. Mereka tetap bersemangat membersihkan material yang menutup gorong-gorong demi memulihkan fungsi drainase serta memastikan keamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar," kata Muhammad Taufiq.
Perwira menengah Polri itu mengatakan perbaikan drainase tersebut merupakan tindak lanjut penanganan dampak bencana alam banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025.
"Selain itu, dalam beberapa hari terakhir kembali terjadi banjir susulan akibat tingginya curah hujan, sehingga material lumpur kembali menumpuk di saluran air dan perlu segera ditangani," katanya.
Kapolres mengatakan berkat kerja sama dan semangat gotong royong, pembersihan drainase dan badan jalan, Jalan Nasional Genting Gerbang-Pameu kini kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Muhamad Taufiq mengatakan kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen kepolisian untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.
"Polri akan terus melakukan berbagai langkah pemulihan pascabencana. Kegiatan serupa akan terus dilakukan dan berkelanjutan hingga kondisi benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman," kata Muhammad Taufiq.
