Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Aceh menyambut baik dan mengapresiasi rencana Presiden Prabowo Subianto memberikan bantuan khusus berupa sapi atau daging untuk mendukung pelaksanaan tradisi meugang menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H di Aceh.

"Kebijakan ini sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap kondisi sosial, budaya dan psikologis masyarakat Aceh pascabencana," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh, M Nasir di Banda Aceh, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikan Sekda Aceh sebagai respons dari informasi yang disampaikan Mendagri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi bersama Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Banda Aceh.

Di mana Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem sebelumnya telah menyampaikan langsung perihal tradisi meugang Aceh kepada Presiden Prabowo saat kunjungan ke Aceh Tamiang.

“Kemarin juga Mualem menyampaikan kepada Bapak Presiden pada saat kunjungan kita ke Tamiang. Sepertinya Bapak Presiden berkeinginan untuk memberikan bantuan semacam Bantuan Presiden seperti kerbau atau sapi untuk masyarakat,” katanya.

Bantuan khusus dari Presiden tersebut diharapkan bisa meningkatkan kebahagiaan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan, sekaligus menjadi bentuk perhatian langsung dari Presiden untuk rakyat Aceh.

“Saya kira ini akan membuat masyarakat merasa bergembira, karena dukungan langsung Presiden,” ujar Tito.

Karena itu, Nasir menilai langkah Presiden Prabowo Subianto tersebut sebagai bentuk empati serta kepedulian terhadap masyarakat Aceh.

"Khususnya warga yang terdampak bencana, agar tetap dapat menjalankan tradisi Meugang dengan penuh makna," kata Nasir.

Ia menjelaskan tradisi Meugang sendiri merupakan warisan budaya masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang Ramadhan, Idul Fitri atau Idul Adha, disambut dengan memasak dan menyantap daging bersama keluarga.

Tradisi meugang ini, telah lama menjadi perekat sosial dan cerminan nilai gotong royong serta rasa syukur masyarakat di tanah rencong.

"Semoga sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus terjalin kuat, tidak hanya dalam pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai budaya serta sosial masyarakat Aceh," demikian M Nasir.



Pewarta: Rahmat Fajri
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026