Bengkayang (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Singkawang, Kalimantan Barat, mengawali tahun 2026 dengan menyerap 660 ton gabah petani serta 30 ton jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional dan upaya menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Pimpinan Cabang Bulog Singkawang, Noldi Ramayadi mengatakan, penyerapan gabah dan jagung telah dilakukan sejak 15 Januari 2026 di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sambas yang memasuki masa panen awal tahun.

“Sejak pertengahan Januari, Bulog Singkawang bersama dinas pertanian dan Kodim Sambas mulai menyerap gabah petani. Hingga saat ini telah terserap 660 ton gabah dan sekitar 31 ton jagung,” kata Noldi di Singkawang, Minggu.

Ia menjelaskan, Bulog membeli gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah, sehingga memberikan kepastian harga dan melindungi pendapatan petani dari ketebalan pasar.

Untuk mempercepat penyerapan, Bulog Singkawang menerjunkan tim jemput gabah yang turun langsung ke desa-desa sentra produksi bersama Babinsa Kodim Sambas serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari dinas pertanian setempat.

“Setiap hari tim kami bergerak ke desa-desa yang sudah panen berdasarkan informasi dari PPL, Babinsa, dan pemerintah desa. Dengan pola jemput gabah, petani tidak kesulitan menjual hasil panennya,” ujarnya.

Noldi menegaskan, sinergi antara Bulog, dinas pertanian, TNI-Polri, serta pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga kelancaran penyerapan gabah dan jagung sekaligus memastikan harga di tingkat petani tetap stabil.

Salah seorang petani di Desa Semelagi Besar, Kabupaten Sambas, Sartini, mengaku terbantu dengan adanya penyerapan gabah oleh Bulog. Menurutnya, pembelian pemerintah jauh lebih menguntungkan dibandingkan harga pasar.

“Kalau bukan Bulog, gabah kami biasanya dibeli sekitar Rp5.300 per kilogram, bahkan setelah dipotong biayanya hanya terima sekitar Rp4.800. Sekarang dibeli Bulog Rp6.500 per kilogram dan langsung dibayar,” katanya.



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026