Cianjur (ANTARA) - DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten meningkatkan anggaran pemberdayaan bagi penyandang disabilitas yang dinilai masih kurang.
Anggota DPRD Jabar RK Dadan Surya Negara di Cianjur, Minggu, mengatakan keberpihakan APBD tahun 2026 masih berfokus pada infrastruktur dan pendidikan sehingga perhatian terhadap kaum disabilitas masih terbatas.
Meski pada tahun 2026 terdapat pembangunan ruang kelas baru untuk Sekolah Luar Biasa di sejumlah wilayah di Jabar, namun belum menyentuh khusus pemberdayaan bagi mereka yang memiliki berbagai kekurangan fisik.
"Kami mendorong pemerintah untuk memberikan anggaran khusus bagi penyandang disabilitas di tahun 2027, sehingga mereka dapat mengembangkan berbagai keahlian dan kelebihannya meski memiliki kekurangan," katanya.
Saat ini, pihaknya mencoba mengadvokasi para disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan dari Kementerian Ketenagakerjaan agar mereka memiliki kesempatan yang sama dengan masyarakat lainnya.
Selama ini dari Kementerian Ketenagakerjaan sudah mulai ada perhatian untuk mempekerjakan para disabilitas, sehingga pihaknya akan berkoordinasi setelah advokasi terhadap disabilitas dan masyarakat rentan tuntas dilakukan.
"Kami usahakan agar para disabilitas di Jabar memiliki kesamaan hak dalam mendapatkan pekerjaan, saat ini berbagai upaya kami lakukan guna memberikan pemberdayaan bagi disabilitas dan masyarakat rentan," katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan dengan mendirikan Rumah Pemberdayaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas di sejumlah wilayah sebagai bentuk komitmen menghadirkan ruang yang inklusif dan penuh kepedulian.
Rumah pemberdayaan diharapkan menjadi wadah untuk meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan kepercayaan diri masyarakat rentan dan disabilitas, sehingga mereka dapat berdaya dan berperan aktif dalam kehidupan sosial.
"Ini menjadi bukti nyata pembangunan harus dirasakan semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali penyandang disabilitas," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026