Lombok Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan penanganan awal dampak banjir difokuskan pada bantuan bahan makanan siap saji, karena itu yang dibutuhkan bagi korban banjir.
"Pertolongan awal bantuan makanan siap saji yang dibutuhkan masyarakat," kata Pelaksana Tugas Harian (Plh) Kepala BPBD Lombok Timur Rifaan di Lombok Timur, Rabu.
Ia mengatakan setelah kebutuhan logistik kedaruratan terpenuhi, baru mengurus penyebab terjadinya banjir dan langkah apa yang dilakukan untuk mengurai banjir yang melanda wilayah di Lombok Timur.
"Kami juga telah bersurat ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk bantuan makanan siap saji," katanya.
Ia mengatakan pihaknya mencatat kecamatan yang paling terparah terkena dampak akibat banjir yakni Kecamatan Jerowaru dan Kecamatan Keruak, disamping sejumlah kecamatan lain juga mengalami kebanjiran.
"Untuk saat ini Kecamatan Jerowaru yang terparah mengalami dampak banjir," kata Rifaan.
Dari sejumlah desa di Kecamatan Jerowaru yang mengalami banjir yang terparah, kata dia, yakni di Dusun Sungkun, Desa Ekas Buana, yang saat ini masih terendam banjir, kemudian Desa Serewe, Pandanwangi, dan Wakan, di Kecamatan Jerowaru.
"Puluhan Kepala Keluarga (KK) terpaksa diungsikan ke tempat yang aman," katanya.
Dari laporan yang masuk, kata dia, wilayah Desa Pijot, Kecamatan Keruak, ada warga yang mengungsi karena rumahnya terendam banjir.
"Kami belum tahu pasti berapa KK yang diungsikan karena sedang dilakukan pendataan," katanya.
Cuaca ekstrem yang terjadi sejak Senin (23/2) hingga Rabu (25/2) mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Timur dilanda banjir, sehingga air sungai meluap dan masuk ke halaman rumah warga.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada saat terjadi cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba," katanya.
Pewarta: Akhyar RosidiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.