Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan tidak ada korban jiwa akibat ambrolnya sebagian bangunan Mushalla Adzikri di tebing Sungai Oya wilayah Srikeminut, Kelurahan Sriharjo, Kecamatan Imogiri.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amruddin saat dikonfirmasi di Bantul, Rabu, mengatakan mushalla yang berada di tebing Sungai Oya dilaporkan ambrol akibat tebing sungai longsor karena terkikis aliran air usai hujan deras yang mengguyur daerah itu pada Selasa (24/2) malam.

"Kejadiannya saat shalat tarawih, jadi sempat digunakan untuk ibadah tarawih. Namun, saat kejadian longsor, warga sudah keluar dari mushalla, sehingga tidak ada korban jiwa," ujarnya.

"Saat ini teman teman FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) dan kami sedang melakukan peninjauan ulang, untuk hasilnya masih dalam pendalaman. Namun, memang penyebabnya Sungai Oya yang mengalami abrasi," katanya.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil asesmen sementara, tebing Sungai Oya wilayah Wunut Sriharjo yang mengalami longsor tersebut diperkirakan ketinggian mencapai dua sampai tiga meter, sementara lebarnya mencapai 100 meter.

Sementara itu, Lurah Sriharjo Imogiri Titik Istiyawatun Khasanah mengatakan kondisi bangunan mushalla saat ini sudah roboh sepertiga, karena tanahnya terkena erosi sungai, sehingga sudah tidak mungkin digunakan warga untuk ibadah.

"Jadi, tadi malam warga sempat tarawih di mushalla itu, tapi belum selesai tarawih sudah keluar mushalla karena mendengar suara bruk (ambrol)," katanya.

Dengan kejadian tersebut, kata dia, saat ini masyarakat sudah tidak bisa menggunakan mushalla tersebut, dan beralih ke masjid wilayah Kedungmiri Sriharjo atau di sebelah barat, kurang lebih berjarak sekitar 700 meter dari lokasi mushalla ambrol.

"Kalau rencana ke depan belum tahu, tetapi mushalla ini tidak mungkin diperbaiki, karena tanahnya sudah longsor, kena erosi, habis sepertiga. Kalau jumlah jamaah mushalla ini sekitar 50 orang," katanya.

 

 



Pewarta: Hery Sidik
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026