Singkawang (ANTARA) - Pemerintah Kota Singkawang menyebutkan perayaan Cap Go Meh 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, promosi pariwisata, serta percepatan pembangunan daerah.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie di Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu, mengatakan momentum Festival Cap Go Meh dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Singkawang sebagai kota harmonis dan berdaya saing.

“Dengan dukungan dari semua pihak, Kota Singkawang optimistis dapat terus berkembang sebagai kota yang harmonis, maju, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Festival Cap Go Meh tahun ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh nasional maupun internasional, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, tokoh intelijen nasional A. M. Hendropriyono, tokoh nasional Oesman Sapta Odang, serta Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong.

Kehadiran para tokoh tersebut dinilai semakin memperkuat citra Cap Go Meh Singkawang sebagai agenda wisata budaya unggulan nasional yang memiliki daya tarik global.

“Cap Go Meh semakin memperkuat citra Singkawang sebagai Kota Toleransi dan destinasi wisata budaya yang inklusif serta berdaya tarik internasional,” kata Tjhai Chui Mie.

Ia menambahkan dampak kegiatan tersebut tidak hanya dirasakan pada sektor pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan okupansi hotel, perputaran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sektor kuliner, serta jasa transportasi.

Sementara itu, Tito Karnavian mengaku bangga atas tingkat toleransi masyarakat Singkawang yang dinilainya sangat baik.

“Saya sudah empat kali diundang menghadiri Festival Cap Go Meh di Singkawang, tetapi baru kali ini bisa menyaksikan secara langsung. Saya senang dan bangga melihat masyarakatnya sangat toleran,” ujarnya.

Menurut dia, seluruh suku dan agama bercampur baur menyaksikan parade budaya yang telah dikenal secara nasional tersebut. Ia juga menilai masyarakat nonmuslim di Singkawang menunjukkan sikap saling menghargai terhadap umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kondisi toleransi di Singkawang ini benar-benar mencerminkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu Indonesia,” katanya.

Dia berharap keberlanjutan Festival Cap Go Meh dapat terus menjadi contoh praktik harmonisasi keberagaman yang selaras dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.

 



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026