Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat terus mengoptimalkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penguatan kesiapsiagaan personel, dukungan anggaran, serta kolaborasi lintas sektor.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para patriot dan relawan pemadam kebakaran yang terus berjibaku memadamkan api serta berhadapan langsung dengan asap, debu, dan panasnya kebakaran," kata Bupati Kubu Raya Sujiwo di Sungai Raya, Minggu. 

Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan petugas pemadam kebakaran yang selama ini terlibat aktif dalam penanggulangan karhutla di lapangan.

Ia menuturkan, Kabupaten Kubu Raya memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla karena sebagian besar wilayahnya merupakan lahan gambut yang mudah terbakar, terutama saat musim kemarau.

Karena itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya kesiapan sejak dini, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kelengkapan sarana prasarana pemadaman.

Selain faktor geografis, posisi strategis Kubu Raya sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi dengan sejumlah objek vital juga menjadi pertimbangan utama dalam penguatan mitigasi karhutla.

"Wilayah Kubu Raya merupakan daerah penyangga ibu kota provinsi serta memiliki objek vital seperti bandara, rumah sakit, dan perkantoran penting, sehingga pencegahan dan penanganan karhutla harus menjadi perhatian serius," tuturnya. 

Sebagai bentuk dukungan operasional, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp270 juta saat penetapan status tanggap darurat. Dana tersebut digunakan untuk mendukung honor petugas dan relawan pemadam kebakaran. 

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga akan melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap peralatan pemadam kebakaran milik pemerintah, TNI, Polri, maupun damkar swasta guna memastikan kelayakan operasional di lapangan. 

"Kita akan mendata peralatan seperti mesin dan selang pemadam yang sudah tidak layak pakai. Setelah terinventarisasi, akan segera diupayakan penggantian," kata Sujiwo.

Ia menambahkan, pemenuhan kebutuhan peralatan akan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar tidak sepenuhnya membebani anggaran daerah.

Sujiwo menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengendalian karhutla. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat terus diperkuat.

 



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026