Pontianak (ANTARA) - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan memperkuat dialog lintas iman melalui pertemuan bersama jajaran Dewan Pengurus Paroki Emanuel Sukadana di Pastoran Emanuel Desa Sutera, Kabupaten Kayong Utara untuk menguatkan toleransi antar-umat beragama, khususnya saat Ramadhan.

"Keberagaman agama di Indonesia dilindungi undang-undang. Pemerintah wajib memastikan seluruh umat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman," katanya di Kayong Utara, Senin.

Ia menekankan kepemimpinan daerah harus berdiri di tengah seluruh kelompok masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

"Sebagai pemimpin saya harus mencintai semua umat tanpa membeda-bedakan agama, suku, maupun latar belakang. Pemimpin harus hadir untuk semua," katanya.

Menurut dia, kerukunan antar-umat beragama merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial dan persatuan daerah.

"Perbedaan bukan sumber pertentangan, tetapi anugerah Tuhan yang harus disyukuri. Kalbar selama ini dikenal karena kemajemukan yang rukun dan damai," katanya.

Ia juga membuka ruang dialog dengan mempersilakan pihak paroki menyampaikan aspirasi dan kebutuhan umat kepada pemerintah daerah.

"Silakan sampaikan kebutuhan dan harapan umat. Pemerintah terbuka untuk berdialog dan mencari solusi bersama," katanya.

Pastor Yohanis Sedik menyampaikan Paroki Emanuel Sukadana dalam waktu dekat akan menjadi tuan rumah Temu Orang Muda Katolik Regio Dekanat Barat.

Kegiatan tersebut direncanakan diikuti lebih dari 200 peserta berasal dari sejumlah paroki, termasuk Sukadana dan Kendawangan.

"Ini momentum pembinaan iman sekaligus mempererat persaudaraan orang muda Katolik di wilayah kami," katanya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran wagub sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap kehidupan umat beragama.

"Kami berterima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Gubernur yang telah meluangkan waktu berdialog bersama umat," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari memastikan kondisi kerukunan antar-umat beragama di wilayah itu tetap terjaga kondusif.

"Hingga saat ini tidak pernah terjadi gesekan antar umat beragama. Ini menjadi modal penting dalam pembangunan daerah," katanya.

Ia berharap, masyarakat terus menjaga kebersamaan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan sosial.

"Perbedaan agama dan suku bukan alasan untuk terpecah, melainkan energi untuk membangun daerah secara bersama-sama," kata Pastor Yonais.



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026