Medan (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut berdasarkan pantauan satelit sebanyak 12 titik panas (hotspot) muncul di sejumlah daerah di Sumatera Utara.

"Titik panas tersebut terpantau berdasarkan pantauan sensor medis, yakni Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20," kata Prakirawan BBMKG wilayah I, Indah Paramitha di Medan, Selasa.

Ke-12 titik panas tersebut masing masing terpantau berada Kabupaten Karo, Langkat, Simalungun, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan demi mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan.

Di kesempatan itu juga disampaikan bahwa terdapat belokan angin di wilayah pantai barat Sumatera Utara sehingga membentuk daerah konvergensi angin di wilayah tersebut yang menyebabkan perlambatan dan penumpukan massa udara.

Konvergensi angin di wilayah pantai barat hingga lereng timur Sumatera Utara yang disebabkan adanya belokan angin di Samudera Hindia barat Sumatera yang berkontribusi terhadap peningkatan potensi hujan.

Kondisi atmosfer yang labil dan anomali suhu muka laut yang cukup hangat turut mendukung pertumbuhan awan awan hujan sehingga wilayah Sumatera Utara, sehingga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir di sebagian besar wilayah.

Hujan diprakirakan terjadi di Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Kota Medan, Kota Binjai, Serdang Bedagai, Batubara, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Simalungun, Humbang Hasundutan, Kota Padang Sidempuan, Kota Sibolga, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Kepulauan Nias, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan.

 

 



Pewarta: Juraidi
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026