Malinau (ANTARA) -
Sedikitnya tujuh kepala keluarga (KK) di Desa Long Berang, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Senin malam (16/3) terdampak tanah longsor.
Tanah longsor menimpa bangunan rumah warga, rumah dinas paramedis, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) hingga pasar.
“Iya, benar terjadi tanah longsor sekitar pukul 22.00 WIB di Long Berang dengan kondisi longsoran terparah di empat titik,” ujar Camat Mentarang Hulu Paris dikonfirmasi melalui pesan singkat di Malinau, Rabu.
Adapun empat titik longsoran terparah, sebutnya, yang pertama segmen ruas jalan kantor camat menuju kawasan permukiman Desa Long Berang sepanjang sekitar 50 meter, kemudian belakang PKM dan rumah dinas paramedis.
“Yang ketiga segmen ruas jalan Pasar Mentarang Hulu - PKM, dengan panjang longsoran sekitar 80 meter dan keempat, segmen ruas jalan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 11 Malinau menuju perumahan sekitar 30 meter, sehingga menyebabkan kerusakan berat rumah warga,” katanya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, kata Paris, bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian tersebut.
Namun, lanjutnya, karena cuaca masih kurang bersahabat dan intensitas hujan sedang dan permukaan air sungai Mentarang masih tinggi, sehingga rencana pembersihan longsoran hari ini terpaksa ditunda sampai memungkinkan.
“Ada tujuh KK yang terdampak dan saat ini sudah kami ungsikan sementara di rumah warga lainnya yang aman dari longsoran,” katanya.
Ia mengatakan bahan bakar minyak untuk alat berat dalam melakukan pembersihan bekas lumpur dan memperbaiki jalan sudah tiba di Mentarang Hulu. Sedangkan alat berat sudah dalam perjalanan mobilisasi dari Desa Temalang menuju Long Berang.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan bisa membahayakan, tambahnya, dilakukan pemadaman listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sementara ada beberapa tiang listrik yang tumbang.
Ia mengatakan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan melaksanakan pembersihan rumah-rumah dan PKM yang terdampak lumpur longsoran dan tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Malinau akan melanjutkan tinjauan untuk penanganan darurat lanjutan.
“Sebagian warga yang terdampak sudah dievakuasi ke rumah-rumah warga di Long Berang, dan bantuan logistik BPBD sudah didistribusikan ke warga terdampak,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Malinau Iwan Darma Yuana mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan terkait penanganan pascalongsor.
“Iya, telah terjadi tanah longsor di Long Berang, Senin malam, 16 Maret 2026,” ujarnya singkat melalui telepon.
Pewarta: Agus SalamUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.