Garut (ANTARA) - Kepolisian mengurai kepadatan arus kendaraan dengan memberlakukan sistem satu arah di jalur mudik wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat yakni lintas Limbangan-Malangbong, dan lintas Kadungora-Garut saat hari pertama Hari Raya Lebaran di jalur itu, Sabtu.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut AKP Luky Martono membenarkan, di hari pertama libur Lebaran sudah berupaya mengurai kepadatan arus kendaraan dengan melaksanakan enam kali sistem satu arah dari arah barat atau Bandung menuju timur atau Garut dan Tasikmalaya.

"Pelaksanaan 'one way' dilakukan sebanyak enam kali dari arah barat ke timur atau dari Bandung ke arah Tasikmalaya," katanya.

Ia menuturkan, sejumlah personel kepolisian sudah disiapsiagakan di jalur mudik nasional di Limbangan-Malangbong maupun di jalur provinsi Kadungora-Garut untuk memastikan laju kendaraan terus bergerak.

Arus kendaraan di dua jalur itu, kata dia, terpantau ramai yang didominasi dari arah Bandung, sehingga jajarannya melakukan penarikan laju kendaraan agar lebih cepat untuk menuju timur.

"Langkah ini dinilai efektif untuk mengurai kepadatan arus kendaraan yang mulai mengalami peningkatan," katanya.

Ia menyebutkan rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan satu arah itu dilaksanakan sebanyak empat kali pada pukul 13.30–13.50 WIB di wilayah Limbangan, selanjutnya pukul 15.20–15.40 WIB di wilayah Malangbong, sistem satu arah kembali dilakukan di jalur Limbangan pada pukul 15.25–15.45 WIB.

Selain di jalur nasional itu, sistem satu arah juga dilakukan di jalur Kadungora–Leles–Tarogong sebanyak dua kali yakni pukul 11.25–11.40 WIB, dan pukul 15.35–15.55 WIB, keduanya dari arah Bandung menuju Garut.

Luky menyampaikan, secara umum kondisi lalu lintas masih terpantau lancar meskipun terpantau arus kendaraan tampak ramai dilintasi kendaraan roda dua dan empat.

Sejumlah personel kepolisian maupun instansi lain, kata dia, terus melakukan pengaturan untuk memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama berlangsungnya Operasi Ketupat Lodaya 2026.

"Kami akan terus menyesuaikan pola rekayasa lalu lintas sesuai dengan situasi di lapangan, agar arus kendaraan tetap terkendali dan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman," katanya.



Pewarta: Feri Purnama
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026