Pontianak (ANTARA) - SAR Pontianak mencatat dan menangani tiga insiden kecelakaan di wilayah perairan Kalimantan Barat selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

"Selama masa mudik dan balik Lebaran tahun ini, terdapat tiga kejadian kecelakaan di perairan yang telah kami tangani," kata Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, di Pontianak, Kamis.

Dia mengatakan ketiga peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Landak, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum hari raya.

Ia menjelaskan, tingginya aktivitas perjalanan masyarakat, baik melalui jalur darat maupun transportasi air, berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan apabila tidak diimbangi dengan kesiapan dan kewaspadaan yang memadai.

Menurut dia, keselamatan harus menjadi perhatian utama bagi seluruh pemudik. Masyarakat diminta mematuhi aturan yang berlaku serta memperhatikan faktor keselamatan sebelum dan selama perjalanan.

"Keselamatan harus menjadi prioritas utama selama perjalanan mudik. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mematuhi aturan yang berlaku," katanya.

Sebagai langkah pencegahan, SAR Pontianak mengingatkan masyarakat untuk memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum digunakan, serta melengkapi diri dengan perlengkapan darurat seperti kotak P3K dan alat komunikasi.

Selain itu, kondisi fisik pengemudi juga menjadi faktor krusial. Pemudik diimbau tidak memaksakan diri berkendara dalam keadaan lelah atau mengantuk, serta disarankan beristirahat secara berkala guna menjaga konsentrasi.

Junetra juga menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas, seperti mematuhi rambu, menjaga kecepatan, dan mempertahankan jarak aman antarkendaraan. Kewaspadaan terhadap kondisi cuaca, termasuk potensi hujan, banjir, dan titik rawan longsor, turut menjadi perhatian.

Khusus bagi pengguna transportasi air, ia mengingatkan agar selalu menggunakan alat keselamatan seperti jaket pelampung, tidak melebihi kapasitas angkut, serta mengikuti arahan petugas di pelabuhan.

Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk menginformasikan rencana perjalanan kepada keluarga, menyimpan nomor darurat, serta segera melapor jika menghadapi situasi berbahaya.

"Dalam kondisi darurat, tetap tenang, utamakan keselamatan diri dan penumpang, lalu segera hubungi layanan bantuan," tuturnya.

Ia menambahkan, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat selama Lebaran, kesadaran dan kedisiplinan menjadi kunci utama dalam mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

"Sebagai bentuk kesiapsiagaan, SAR Pontianak membuka layanan darurat selama 24 jam melalui nomor 115 untuk memberikan respons cepat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan," kata dia.

 



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026