Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat masih cukup tinggi hingga pertengahan April 2026, bahkan diperkirakan meningkat pada Juni seiring fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung ekstrem.

Peringatan tersebut, kata Sujiwo, mengacu pada informasi dini dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca dan potensi musim kemarau yang lebih kering.

"Berdasarkan penyampaian BRIN dan BMKG, hingga 20 April kita masih harus waspada terhadap karhutla. Kemudian akan berlanjut pada Juni dengan potensi El Nino yang cukup ekstrem," kata Bupati Kubu Raya Sujiwo usai memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Kubu Raya, Selasa.

Ia menjelaskan, fenomena El Nino berpotensi memicu kemarau panjang yang meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan rawan seperti lahan gambut dan hutan kering.

Menghadapi kondisi tersebut, Sujiwo menekankan pentingnya penyamaan persepsi serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

"Ketika kemarau panjang terjadi, dampaknya adalah kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, kita harus menyatukan perspektif dan memperkuat kolaborasi semua elemen karena ini merupakan tanggung jawab bersama," tuturnya.

Menurut dia, upaya penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, dunia usaha, serta aparat keamanan.

Dalam kesempatan itu, Sujiwo juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kubu Raya atas sinergi dan langkah strategis yang telah dilakukan selama ini dalam menangani karhutla.

"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Forkopimda atas dukungan penuh dan kerja sama yang selama ini terjalin dalam upaya mengatasi karhutla di Kubu Raya," katanya.

Ia berharap koordinasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat guna meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan, khususnya menjelang periode rawan yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026