Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memperkuat upaya pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan dengan melakukan sosialisasi pendidikan karakter anti-perundungan, salah satunya memanfaatkan media film bertema "cyberbullying" sebagai sarana edukasi bagi para pendidik.
Kegiatan tersebut digelar di Bioskop New Star Cineplex (NSC) Kudus di Kudus, Rabu, dengan dihadiri Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris bersama jajaran pemerintah daerah.
Pemutaran film ini diikuti oleh seluruh kepala sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Bupati Sam'ani setelah membuka acara itu, menyampaikan kegiatan tersebut bentuk edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan perundungan di sekolah.
Menurut dia, kasus perundungan masih ditemukan, namun dapat segera ditangani jika ada sinergi dan pengawasan yang baik, sedangkan pemutaran film ini salah satu bentuk edukasi agar sekolah lebih peka dan responsif.
Ia menambahkan upaya pencegahan juga diperkuat melalui dukungan berbagai pihak, seperti kepolisian, Komisi Perempuan dan Anak, serta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Kolaborasi tersebut diharapkan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa.
Selain itu, pengawasan di lingkungan sekolah juga terus ditingkatkan, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi, seperti pemasangan CCTV di ruang kelas maupun area-area strategis, antara lain kantin dan sudut sekolah.
Langkah ini sebagai upaya antisipasi terhadap tindakan yang tidak diinginkan.
Ia juga menekankan pentingnya peran guru dan tenaga pendidik dalam membangun karakter siswa, sekaligus mengingatkan agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang di lingkungan sekolah.
"Guru sudah dipersiapkan untuk melakukan berbagai langkah. Jangan sampai ada tindakan semena-mena dalam proses pendidikan," ujarnya.
Nantinya, Pemkab Kudus akan terus melakukan evaluasi terhadap program-program pendidikan karakter yang telah berjalan.
Bahkan, katanya, rencana penguatan program serupa akan kembali dilaksanakan setelah Lebaran, mengingat dampaknya dinilai cukup signifikan.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Kudus semakin aktif dalam mencegah dan menangani kasus perundungan, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkarakter.
Kepala SMP 3 Dawe Etik Dwi Apriliyanti mengungkapkan pemutaran film bertema "cyberbullying" ini memberikan perspektif baru bagi para pendidik dalam memahami bentuk kejahatan yang kini tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital.
Dia mengaku setelah menonton film tersebut, pihak sekolah bersama para guru akan melakukan diskusi guna mengkaji isi dan pesan yang disampaikan.
Hasil diskusi itu nantinya disampaikan kembali kepada siswa agar mereka memiliki pemahaman yang lebih luas terkait bahaya perundungan siber.
Ia menambahkan materi dalam film tersebut juga dapat menjadi bahan refleksi tidak hanya bagi guru dan siswa, tetapi juga orang tua.
Dengan demikian, kesadaran akan pentingnya perlindungan di dunia digital dapat tumbuh secara menyeluruh, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah berencana mengadakan agenda rutin pemutaran film edukatif melalui program edu sinema, karena SMP 3 Dawe juga memiliki konsep bioskop sekolah sebagai media pembelajaran. Film tersebut nantinya tidak hanya untuk siswa, tetapi juga mengundang orang tua.
Pewarta: Akhmad NazaruddinUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026