Pontianak (ANTARA) - Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan pihaknya menekankan akurasi data dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah, khususnya terkait penetapan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

"Kalau data yang disajikan tidak akurat, maka kebijakan yang diambil juga berpotensi keliru. Dampaknya, keputusan menjadi tidak tepat dan program tidak menyentuh masyarakat yang seharusnya menerima," kata Sujiwo di Sungai Raya, Kamis.

Menurut dia, kegiatan ground check menjadi tahapan awal yang sangat krusial dalam memperbaiki validitas data masyarakat, sehingga kebijakan yang diambil pemerintah dapat tepat sasaran.

Sujiwo mengungkapkan, masih ditemukan ketidaksesuaian data di lapangan, di mana masyarakat yang tergolong miskin ekstrem justru belum terdaftar sebagai penerima bantuan, sementara warga yang secara ekonomi tergolong mampu justru masuk dalam daftar penerima.

Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat terhadap program pemerintah. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait, khususnya para pendamping, agar bekerja secara optimal dalam melakukan verifikasi dan validasi data di lapangan.

Sujiwo juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam proses pemutakhiran data, dengan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial, serta unsur TNI dan Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai pembanding data.

"Sebagai kepala daerah, saya tetap menggunakan data resmi sebagai acuan, tetapi perlu dukungan data pembanding di lapangan agar hasilnya semakin mendekati kondisi riil masyarakat," tuturnya.

Ia berharap melalui pelatihan tersebut, para pendamping dapat menjalankan tugas secara profesional sehingga pemerintah daerah memiliki basis data yang valid dan dapat dijadikan dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

"Saya juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan meminta Dinas Sosial untuk terus mengawal proses perbaikan data agar berjalan optimal dan berkelanjutan," katanya.



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026