Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, melakukan penyelidikan terkait kasus kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan jenis truk di Jalan Raya Cianjur-Cugenang yang menyebabkan salah seorang sopir meninggal dan kernet mengalami luka serius, Kamis.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur Iptu Regina Adrilla Setiawan di Cianjur, Kamis, mengatakan kecelakaan berawal ketika truk bernopol B 9072 CQD yang dikemudikan Dede (56) dan kernet Nurdin (56) melaju dari arah Cipanas menuju Cianjur.
Saat memasuki lokasi kejadian tepatnya di Desa Cibereum, Kecamatan Cugenang, truk yang melaju kencang menghantam bagian belakang truk bernopol F 8470 WR yang dikemudikan Suherlan (34) di depannya hingga masuk ke dalam parit di pinggir jalan.
"Bagian depan truk yang menghantam truk di depannya ringsek sehingga pengemudi diduga tewas di tempat, sedangkan kernet-nya mengalami luka langsung dibawa ke RSUD Sayang Cianjur," katanya.
Sedangkan pengemudi truk yang di depannya ungkap dia, tidak mengalami luka namun sempat syok karena truk masuk ke dalam parit di pinggir jalan, sehingga pihaknya melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kecelakaan tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan maut, namun dugaan sementara sopir truk bernopol B 9072 CQD tidak dapat mengendalikan laju kendaraan saat jalan menurun tajam," katanya.
Sedangkan terkait dugaan lainnya masih dalam penyelidikan petugas serta meminta keterangan saksi di lokasi kejadian yang sempat melihat dua truk bertabrakan hingga terperosok ke parit.
Sementara keterangan saksi dan sopir truk yang dihantam dari belakang, menduga truk yang dikemudikan Dede mengalami rem blong karena saat memasuki jalan menurun laju truk tidak terkendali hingga menghantam truk di depannya.
Sopir truk bernopol Cianjur Suherlan mengatakan saat memasuki jalan menurun, dia menurunkan laju kendaraan karena membawa muatan penuh, namun selang beberapa saat terdengar suara benturan cukup keras dari belakang hingga truk-nya terjungkal ke dalam parit.
"Saya menurunkan kecepatan karena jalan menurun sedangkan truk sarat muatan, tidak menyangka akan mengalami kecelakaan dihantam dari belakang oleh truk yang diduga mengalami rem blong," katanya.
Dia menjelaskan akibat kencang-nya benturan membuat dia sempat syok dan baru sadar truk sudah masuk ke dalam parit, sehingga langsung keluar dari kabin sopir, saat melihat ke bagian belakang truk yang menghantam sama-sama masuk parit.
"Saya sempat melihat ke belakang, kabin truk yang menghantam saya rusak berat dan sopir masih terjepit di dalam kabin," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.